| Senin, 08 Februari 2010 10:34 | KLINIK PENDIDIKAN: Kiat Mendapatkan Beasiswa |
|
Bagaimana mendapatkan beasiswa S-2 dengan mudah tanpa harus menjadi dosen? (Yogi Ismunanda, alumni Unja, SMS 15/9/2009). Jawaban: Pengalaman adalah guru terbaik. Bertolak dari pengalaman, saya akan memberikan ilustrasi berkenaan dengan pengalaman rekan saya mendapatkan beasiswa untuk kuliah di perguruan tinggi. Rekan saya itu adalah mahasiswa lulusan sebuah universitas di Padang yang mengikuti kuliah di Malang. Di awal kuliah, rekan saya itu tidak mendapatkan beasiswa. Bagaimana kiatnya mendapatkan beasiswa? Pertama, rekan saya itu rajin mencari informasi melalui internet. Melalui warnet, Ia melakukan penjelajahan untuk mengakses berbagai informasi mengenai beasiswa. Di situs internet memang terbuka informasi mengenai berbagai beasiswa yang ditawarkan oleh berbagai Negara dan swasta. Pemerintah Singapore menyediakan beasiswa NUS (National University of Singapore), Australia (AUSAID), Amerika (Ford Fondation), Jepang (Mobuso), Inggris (British Council), Indonesia (Beasiswa Unggulan Biro Kerjasama Luar Negeri), Sampoerna Foundation (khusus memberikan beasiswa dengan konsentrasi Manajemen, Sains, dan Kedonteran). Lantaran gigih dan penuh motivasi, rekan saya itu mendapatkan beasiswa dari pemerintah Australia selama enam semester. Kedua, untuk mendapatkan beasiswa luar negeri sebaiknya memiliki penguasaan bahasa Inggris (asing) dengan baik. Penguasaan bahasa asing ini amat berguna dalam memahami semua informasi yang lazimnya dipublikasikan dalam bahasa Inggris. Terkait dengan hal itu, siapa pun yang berminat mendapatkan beasiswa dari sponsor asing perlu memperkuat penguasaan bahasa Inggris (asing). Ketiga, pihak pemberi beasiswa (sponsor/donator) biasanya mempersyaratkan kemampuan akademik. Kemampuan akademik ini lazimnya diukur melalui Tes Potensi Akademik (TPA). Pihak donator atau sponsor biasanya melakukan seleksi melalui Tes Potensi Akademik ini. Selain itu, bagi mahasiswa yang telah mengikuti kuliah, potensi akademik ini ditunjukkan oleh Indeks Prestasi Komulatif (IPK) seperti tertera pada Kartu Hasil Studi (KHS) mahasiswa bersangkutan. Keempat, beasiswa hanya diberikan kepada mahasiswa yang menekuni bidang yang spesifik, misalnya linguistik. Perlu ditambahkan bahwa pengusul beasiswa biasanya diminta menyerahkan rancangan penelitian bidang yang spesifik. Spesifikasi bidang dijadikan salah satu indikator dalam seleksi dan penentuan calon penerima beasiswa. Demikianlah empat kiat dalam mendapatkan beasiswa. Selamat berusaha, semoga sukses. ***
Dr. Sudaryono, M.Pd Konsultan Pendidikan |














Komentar Pembaca