Jumat, 03 September 2010 | +index
Oleh: Augustinus Simanjuntak*...
Kamis, 05 Agustus 2010 | +index
 Guys, menjalin rasa...
Jumat, 07 Mei 2010 | +index
Jumat, 03 September 2010 | +index
Dana Terkumpul Mencapai Rp 150...
Jumat, 03 September 2010 | +index
 JAMBI - Lahan yang kosong...
Kamis, 04 Februari 2010 10:56
Diknas Perintahkan Kepsek Tindak Pelajar ‘Ngelem’

Satpol PP Segera Razia Pelajar

KUALATUNGKAL - Kenakalan tiga siswa SMPN 3 Kualatungkal yang ‘ngelem’ Aibon, mendorong Dinas Pendidikan Kab Tanjabbar mengambil tindakan cepat. Rabu (3/02) kemarin Kadis Pendidikan, Drs Martunis M Yusuf MPd, langsung memerintahkan Kepala SMPN 3, Jumli, mengecek dan mencari tahu siswa yang melakukan aktivitas negatif itu.‘’Saya sudah memerintahkan Kabid Dikdas untuk menangani masalah ini dengan Kepsek," tegas Martunis, saat dihubungi via ponselnya, kemarin.

Dikatakannya, langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi agar kejadian serupa tak terulang kembali di masa-masa mendatang. Selain itu, pihaknya ingin mendapatkan informasi kejadian sebenarnya. "Setelah itu kita akan melakukan tindakan persuasif terhadap siswa yang kedapatan ‘ngelem’," katanya.

Aksi siswa ‘ngelem’ ini telah mencoreng dunia pendidikan di Tanjabbar, karena sudah sering terjadi. Dinas Pendidikan, kata Martunis, minta Kepsek memperketat pengawasan terhadap siswanya. Namun, pembentukan moral dan mental siswa tentunya bukan sepenuhnya tanggung jawab pihak sekolah.

”Orang tua memiliki andil sangat besar,” kata Martunis, seraya mengimbau seluruh sekolah agar lebih ketat lagi memantau aktivitas siswanya, terutama saat jam sekolah.

Sementara itu Kakan Satpol PP, Suhardiman Nangyu, menyatakan akan memperketat pengawasan terhadap siswa dan gelandangan yang berkeliaran atau yang menghisap lem Aibon. Jika kedapatan, maka akan diserahkan kepada instansi terkait.

"Kalau itu siswa, maka kita panggil orang tuanya agar membina anaknya. Jika gelandangan, akan diserahkan ke Bagian Sosial. Tapi, yang jelas langkah ini diambil setelah kita koordinasikan dulu dengan instansi terkait," ujar Suhardiman.

Kakan Sosnakertrans, Drs H Husaini, melalui Kabid Kesejahteraan Sosial (Kesos), Wardoyo, menegaskan pihaknya tahun-tahun sebelumnya telah melaksanakan sosialisasi tentang bahaya narkoba dan zat adiktif lainnya ke sekolah-sekolah. Namun, tahun ini kegiatan itu tidak dilaksanakan lagi karena memang tak ada lagi program untuk itu.

Menanggapi ulah siswa yang ‘ngelem’ Aibon, Wardoyo mengaku Sosnakertrans sifatnya teknis dan preventif. "Siswa atau gelandangan yang diserahkan ke kita nanti terlebih dahulu diserahkan ke Lembaga Konsultasi Kesejahteraan Keluarga (YK3), setelah itu dirujuk ke Bagian Sosial untuk mendapatkan konseling atau advis. Jika mereka sadar, kita serahkan ke orang tua masing-masing. Namun, kalau mereka mau berobat nanti kita serahkan ke Yayasan Al-Khairat, yakni yayasan yang bergerak di bidang rehabilitasi bagi orang yang ketergantungan," beber Wardoyo.

Dikatakannya, hingga saat ini ada 17 orang tersangkut narkoba yang dibina di Yayasan Al-Khairat di Jln Manunggal pimpinan Nasrullah.

Kapolres Tanjabbar, AKBP Drs Irawan David Syah SH, melalui Kasat Reskrim, AKP Agus Setiawan SIK, ketika dikonfirmasi menjelaskan tindakan ‘ngelem’ sebenarnya sudah mengarah kepada narkoba karena lem termasuk salah satu zat adiktif.

Namun, pelaku tak bisa ditindak karena hingga kini belum ada undang-undang yang mengatur penyalahgunaan lem. "Lem biasanya untuk merekat kayu atau lainnya, tapi disalahgunakan oleh siswa," katanya.

Namun, dalam persoalan ini dibutuhkan kerja sama semua komponen untuk memperketat pengawasan terhadap siswa, sehingga mereka tak terjerumus kepada perbuatan negatif yang merusak moral dan jiwa.

(zir)

Komentar Pembaca

>>> Tampilkan Form Komentar
 
Copyright © 2009 Jambi Ekspres. | All Rights Reserved
Powered by Joomla
GRAHA PENA Jambi Ekspres,
Jl. Kapt. Pattimura No. 35 KM. 08 Kenali Besar, Jambi
Telp/Fax : (0741) 668844/ (0741)667338