Bus Mira Terguling, Satu Tewas

Sabtu, 20 Oktober 2012 - 10:11:48 - Dibaca: 3884 kali

Google Plus Stumbleupon


KECELAKAAN BUS :  Bus Mira nopol S 7175 US mengalami kecelakaan di Jl. Solo Km. 14, atau tepat di depan RS Bhayangkara Polda DIJ, Kalasan, Sleman. (GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA)
KECELAKAAN BUS : Bus Mira nopol S 7175 US mengalami kecelakaan di Jl. Solo Km. 14, atau tepat di depan RS Bhayangkara Polda DIJ, Kalasan, Sleman. (GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA) / Jambi Ekspres Online

 SLEMAN - Kecelakaan bus kembali terjadi di jalur Surabaya - Jogjakarta. Seorang penjual buah, Jamini, 65, tewas setelah tertabrak bus ekonomi Mira di Jalan Solo Km 14 kemarin (19/10) sekitar pukul 12.30. Tepatnya di depan Rumah Sakit Bhayangkara, Kalasan, Jogjakarta.

Bus bernomor polisi S 7175 US itu terguling setelah membentur pembatas jalan. Lima di antara 20 penumpang bus yang menuju Jogjakarta tersebut mengalami patah tulang. Sisanya luka ringan karena lecet. 

 Sementara itu, sopir Basuki Mandra, 59, warga Desa Ngebong, Kecamatan Delanggu, Klaten, telah diamankan polisi. Selanjutnya, kasus tersebut ditangani Polres Sleman, Jogjakarta.

 Karena kecelakaan tersebut, jalur utama Solo-Jogjakarta macet hingga sekitar 4 kilometer selama lebih kurang tiga jam. Badan bus memenuhi hampir seluruh ruas jalan ke arah barat (menuju Jogjakarta). Imbasnya, kemacetan juga terjadi di jalur menuju Solo. Seluruh kaca depan bus pecah.

 Salah seorang saksi mata, Ponidi, 52, mengatakan bahwa kecelakaan terjadi karena bus tak terkendali. Yakni, setelah sopir berusaha menghindari Jamini yang tengah menyeberang jalan. "Kecepatan sedang. Sopir banting setir ke kanan sebelum bus kena pembatas jalan dan terguling," ungkap seorang penumpang yang duduk paling depan.

 Sopir melakukan manuver lantaran korban mendadak berhenti di tengah jalan.

 Syamsu Tatang, dokter RS Bhayangkara yang menangani para korban, mengungkapkan bahwa korban tewas karena pendarahan serius di bagian kepala.

 Kapolsek Kalasan Kompol Suparjo mengatakan, kasus tersebut dilimpahkan ke Polres Sleman lantaran ada korban tewas. "Sopir bus kami periksa beserta kernet dan saksi dari penumpang," tuturnya.

 Basuki Mandra menyatakan sudah membunyikan klakson beberapa kali sebelum bus menabrak korban. "Dia (korban) tak nengak-nengok," ungkapnya.

Hingga pukul 16.00, badan bus belum bisa dievakuasi. Dua truk derek yang dikerahkan aparat sulit mengevakuasi bus. Informasi yang diperoleh Jawa Pos Radar Jogja di sekitar lokasi kejadian, diduga Jamini tertabrak lantaran tak mendengar suara klakson. Saat itu dia baru saja turun dari bus dan langsung menyeberang ke arah RS Bhayangkara.

(yog/jpnn/c10/ttg)