Wamendikbud Jamin UN Jambi Lancar

Senin, 07 April 2014 - 08:16:05 - Dibaca: 762 kali

Google Plus Stumbleupon


Jambi Ekspres Online / Jambi Ekspres Online

JAKARTA - Penyelenggaraan ujian nasional (UN) 2014 jenjang SMA/sederajat tinggal sepekan. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) terus memonitoring distribusi logistik ujian. Upaya ini untuk antisipasi keterlembatan pengiriman dan bisa membuat jadwal ujian berantakan seperti tahun lalu.

 Wakil Mendikbud Bidang Pendidikan Musliar Kasim mengatakan pejabat di tempatnya di sebar ke sejumlah titik untuk memantau persiapan UN. "Saya sekarang sedang ada di Manado," katanya kemarin. Dia mengatakan sebelum di Manado, sempat mengecek persiapan UN di Jambi.

 Dia menuturkan soal sudah sampai di tingkat provinsi. Sesuai dengan jadawal yang telah ditetapkan, naskah UN sudah di tingkat provinsi paling lambat 10 April. Kecuali untuk provinsi yang memiliki daerah khusus atau terpencil. Musliar mengatakan di Jambi tidak ada daerah khusus, sehingga distribusi naskahnya tidak mengkhawatirkan.

 "Sementara di Manado ini, merupakan provinsi yang memiliki daerah khusus," ujarnya. Daerah khusus yang dimaksud itu adalah wilayah di kepulauan Sangihe Talaud. Wilayah ini lebih dekat gugusan pulau Filipina. Musliar menuturkan pengiriman naskah UN ke daerah-daerah khusus itu telah berjalan dengan lancar.

 Musliar mengatakan naskah di simpan ditingkat provinsi sampai tanggal 10 April. Kemudian naskah ujian secara serentak didistribusikan ke tingkat kebupaten atau kota di masing-masing provinsi. Setelah itu pada 12 April, naskah ujian disebar ke masing-masing rayon.

 Naskah mengendap di rayon hingga pelaksanaan ujian. Musliar mengatakan untuk mencegah kebocoran, distribusi naskah ke tingkat sekolah dilakukan setiap hari pada saat pelaksanaan ujian. Menurutnya distribusi naskah yang mepet dengan pelaksanaan ujian ini tidak akan berat. Sebab rata-rata posisi SMA ada di pusat kecamatan.

 Musliar mengatakan seluruh pihat harus menekankan kejujuran dalam pelaksanaan UN 2014. Dia mengatakan Kemendikbud saat ini memenag data daerah-daerah hitam. Daerah itu disebut hitam karena diduga kuat memiliki tingkat kecurangan UN tertinggi. Analisanya adalah dari kesamaan jawaban salah peserta ujian.

 "Nama-nama daerah hitam ini kami rahasiakan," ujarnya. Musliar hanya mengatakan, Kemendikbud akan menghukum daerah-daerah hitam itu. Caranya adalah menyetop segala jenis bantuan atau program-program pembinaan strategis. Dia berharap daerah-daerah yang masuk kategori hitam itu bisa memperbaiki diri dalam UN 2014 ini. Sementara daerah yang tidak hitam, jangan coba-coba untuk berbuat curang.

 Kepada para peserta UN, Musliar berpesan supaya konsentrasi penuh untuk persiapan ujian. "Jangan terpengaruh kabar-kabar kebocoran kunci jawaban UN," ujarnya. Sebab dari pengalaman yang sudah-sudah, kunci jawaban yang bocor ternyata tidak cocok. Malah resiko jika ada siswa yang terbujuk peredaran bocoran naskah UN bisa tidak lulus ujian.

(wan)