Pertimbangkan Skuad Guangzhou 2010

Senin, 07 April 2014 - 09:26:50 - Dibaca: 1044 kali

Google Plus Stumbleupon


Jambi Ekspres Online / Jambi Ekspres Online

JAKARTA - Dennis Joshua Tiwa tidak akan menjadi satu-satunya opsi perenang di gaya dada yang menggantikan Indra Gunawan. PB PRSI kini mulai memikirkan nama lain untuk masuk di dalam susunan perenang pelatnas Asian Games 2014 Incheon. Nama Nicko Biondi Ricardo pun masuk dalam pertimbangan.

Nicko sejatinya bukanlah nama baru dalam perjalanan pelatnas renang Indonesia. Perenang asli Surabaya ini selalu menjadi rival Indra dalam memperebutkan slot utama di gaya dada. Baik di kategori perorangan, ataupun estafet. Kali terakhir, Nicko mendapatkan tempat utama di estafet 4 x 100 meter gaya ganti putra adalah pada Asian Games 2010 di Guangzhou, Tiongkok.

Ketika itu tim estafet Indonesia memang gagal mendapatkan medali. Bersama Nicko, tim estafet Indonesia malah gagal lolos dari babak kualifikasi lantaran harus terkena diskualifikasi. Namun, pengalamannya sebagai bayang-bayang Indra di perebutan gaya dada selama ini dianggap nilai plus.

Kepastian masuknya Nicko dalam salah satu pertimbangan untuk menggantikan Indra tersebut diungkapkan Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi (Kabid Binpres) PB PRSI, Heru Purwanto. Kepada Jawa Pos, Heru menyebut tidak ada yang mempunyai peluang lebih besar dari keduanya ini untuk merebut kursi kosong gaya dada pelatnas Asian Games.

Keduanya sama-sama berpeluang besar. "Kami akan memantau terus perkembangan performa keduanya dalam sebulan ke depan. Parameternya adalah hasil dalam kejurnas renang di Jakarta pada minggu terakhir bulan Mei mendatang. Siapa yang terbaik, ya dialah yang kami pilih," ujar Heru.

Nicko dan Dennis memang sama-sama perenang spesialis di gaya dada. Kedua perenang ini pun sudah pernah memperkuat Indonesia di beberapa multi event internasional. Jika Nicko pernah masuk dalam timnas Indonesia di Asian Games 2010 dan SEA Games 2011, maka Dennis adalah perenang Indonesia di SEA Games 2013 dan Islamic Solidarity Games (ISG) 2013 lalu.

Bedanya, Nicko lebih hoki ketika diturunkan di nomor-nomor jarak pendek 50 dan 100 meter, sedangkan Dennis lebih hebat di 100 dan 200 meter gaya dada. Padahal, untuk mengisi slot di gaya dada di nomor estafet 4 x 100 meter ini lebih membutuhkan perenang yang kuat di jarak-jarak 100 dan 200 meter.

Namun, Heru tidak menutup kemungkinan Nicko bisa menyalip Dennis. "Dari segi pengalaman Nicko punya kelebihan. Makanya, keduanya akan kami lihat hasilnya di 100 meter gaya dada di kejurnas nanti. Dengan kelemahan yang dia punya, siapa tahu Nicko bisa tampil lebih baik," beber ketua harian Pengprov PRSI DKI Jakarta itu.

Terkait dengan pencoretan Indra dari daftar perenang pelatnas Asian Games 2014, Heru tidak mempersoalkannya. Hanya, proses banding ke arbitrase olahraga internasional CAS jalan terus. PRSI sudah mengirimkan berkas banding dan membayar uang sebesar 1000 Swiss Franc untuk prose situ. Ditargetkan bulan ini juga sudah ada hearing dan muncul hasil menggembirakan.

Indra sendiri tetap berlatih bersama rekan-rekannya yang lain di pelatnas Asian Games. Namun, dia enggan berkomentar terkait pencoretannya dari pelatnas. Salah satu rekan setimnya, I Gede Siman Sudartawa yang ditemui di kolam renang Cikini, Jakarta mengakui bahwa sulit untuk bisa menemukan pengganti Indra di gaya dada.

Menurutnya, di pelatnas saat ini hanya Indra yang mampu berenang cepat di gaya dada. "Saya memang pernah meraih emas di gaya dada, tapi itu kan di 50 meter pas ISG dulu. Tapi kalau itu dibandingkan dengan Indra, saya tidak ada apa-apanya di gaya dada," tandasnya sambil enggan mengomentari kandidat pengganti Indra.

(ren)