SBY Bertemu Agum Gumelar Singgung Soal Koalisi

Jumat, 25 April 2014 - 09:10:35 - Dibaca: 736 kali

Google Plus Stumbleupon


Jambi Ekspres Online / Jambi Ekspres Online

JAKARTA - Hingga kini Partai Demokrat (PD) belum blak-blakan terkait arah koalisi. Namun, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang juga Ketua Umum PD terus melakukan sejumlah pertemuan politik dengan beberapa pihak. Kemarin (24/4), usai menggelar rapat terbatas (Ratas), SBY didampingi empat menteri menerima kunjungan Ketua Umum DPP Persatuan Purnawirawan dan Warakawuri TNI dan Polri (Pepabri) Agum Gumelar.

 

Pertemuan antara SBY dan Agum berlangsung hangat. Begitu tiba di ruangan Kantor Presiden, orang nomor satu di Indonesia itu menyapa Agum dengan akrab. "Apa kabar Kang? Long time no see," kata SBY.

 

Sapaan SBY pun disambut tidak kalah hangat oleh Agum. Bahkan dia sempat menyinggung kegiatan main golf bersama yang sudah lama tidak mereka lakukan. "Long time no see, long time enggak main golf bareng," jawab Agum sembari tertawa ringan.

 

Setelah itu, pertemuan dilakukan secara tertutup. Dalam pertemuan ramah tamah tersebut, SBY didampingi Menko Polhukam Djoko Suyanto, Menteri Pertahanan Purnomo Yosgiantoro, Mensesneg Sudi Silalahi, dan Sekretaris Kabinet Dipo Alam.

 

Menurut Agum, pertemuan tersebut memang membahas seputar masalah politik. Khususnya terkait sikap Perpabri menjelang Pilpres 2014 nanti. Dia menuturkan, sikap politik Pepabri adalah netral terkait pilpres mendatang. "Saya sampaikan sebagai suatu organisasi, kelembagaan, kita ikut kebijakan induk yakni TNI/ Polri. Jadi kalau TNI dan Polri bersikap netral, Pepabri sebagai isntitusi bersikap netral,"paparnya usai pertemuan.

 

Namun, Agum mengungkapkan, bagi para perwira di Pepabri yang sudah purna tugas, mereka memiliki hak yang sama dengan warga sipil dalam pemilu. Mereka berhak dipilih dan memilih. Meski begitu, dia menekankan, akan membebaskan para anggota Pepabri tersebut untuk menggunakan hak pilihnya.

 

"Hak memilih kepada anggota Pepabri, kami beri kebebasan sesuai hati nurani dan keyakinan masing-masing. Silahkan mau pilih siapapun. Itu tadi yang kami sampaikan kepada Bapak Presiden,"ungkapnya.

 

Selain itu, lanjut Agum, pihaknya juga menyampaikan harapannya agar pilpres bisa berjalan aman, lancar dan tertib. Dia juga berharap bagi siapapun yang menjadi kandidat capres dan cawapres, agar tidak saling melontarkan hujatan antara satu dengan yang lain. "Ketika mereka menuju ambisinya menjadi Presiden, harapan kami, lakukanlah itu semua dengan menyebarluaskan pemikiran yang brilian kepada rakyat Indonesia. Tanpa melakukan tindakan di luar kewajaran,"ujarnya.

 

Ketika disinggung apakah Pepabri menginginkan kandidat capres berlatar belakang militer, Agum mengatakan bahwa pihaknya tidak mempermasalahkan hal tersebut. "Siapapun yang berani maju jadi capres, sejauh dilandasi niat dan mengabdi, ya harus kita tunggu,"jawabnya.

 

Soal koalisi, Agum tidak membantah jika dalam pertemuan dengan SBY tersebut sempat disinggung hal tersebut. Namun, dia menolak memaparkan secara gamblang. Mantan Danjen Kopassus itu juga membantah jika pertemuan tersebut sempat membahas rencana koalisi Demokrat dengan Prabowo. "Ada sedikit (disinggung soal koalisi). Udahlah,"katanya.

 

Namun, Agum tidak membantah jika Prabowo sudah sowan ke Pepabri. Di sana, yang bersangkutan sempat menyampaikan visi dan misinya sebagai capres. "Pak Prabowo datang ke Pepabri sebagai calon presiden, memang belum resmi dari KPU, tapi dia paparkan visi dan misinya,"imbuhnya.

 

Sesaat sebelumnya, sembari menunggu kedatangan Agum Gumelar, Presiden SBY memanfaatkan waktunya bercanda dengan wartawan yang bertugas melakukan peliputan di kawasan Istana Presiden. Dia menanyakan soal perkembangan pembentukan koalisi pasca pileg 2014.

 

"Wartawan jangan pelit, kasih tahu saya bagaimana perkembangan koalisi-koalisi itu, tolonglah kasih tahu saya," kata SBY kepada bercanda para wartawan.

 

Tidak itu saja, Presiden SBY juga menyempatkan diri untuk menanyakan tanggal pendaftaran calon presiden dan calon wakil presiden. Pihaknya berharap banyak pihak yang berminat memimpin negeri ini. "Saya khawatir enggak ada yang daftar, kita doakan banyak yang mau jadi capres dan cawapres," ujarnya.

(Ken)