5 Rumah Diterjang Puting Beliung

Senin, 28 April 2014 - 08:21:46 - Dibaca: 306 kali

Google Plus Stumbleupon


Jambi Ekspres Online / Jambi Ekspres Online

PADANG - "Hujan lebat yang disertai angin kencang yang melanda Kota Padang Minggu kemarin, menyebabkan lima unit rumah warga di kawasan Gerry Permai, Kelurahan Padangsarai Kecamatan Kototangah Padang porak-poranda diterjang angin puting beliung.

Kejadian sekitar pukul 17.00 WIB sore itu menyebabkan tiga rumah rusak sedang dan dua unit rusak parah. Kedua rumah yang rusak sedang berada di blok D no 26 RT 01 RW 06 dan satu lagi Blok V RT 03 RW 06. Rumah tersebut porak poranda dan atap rumah beterbangan diterjang angina. Terbangnya atap menyebabkan air memasuki rumah dan membasahi seluruh seisi rumah korban.

Andra, 23, penghuni rumah Blok D mengatakan, saat kejadian dia sedang menonton televisi bersama keluarganya, tiba-tiba saja hujan yang diselingi angin kencang menghantam rumahnya. Kontan saja mereka berhamburan keluar rumah tanpa sempat menyelamatkan barang-barang.

"Saat itu kami lagi nonton, tiba-tiba angin kencang menghantam rumah sehingga atap seng rumah langsung berterbangan. Kami terkejut dan langsung keluar dari rumah, namun sayang kami tak sempat menyelamatkan barang-barang," tutur Andra.

Gusman, 35 kakak kandung Andra yang mengetahui rumah adiknya porak-poranda juga berhamburan keluar rumah. "Gak tau harus berbuat apa, kami takut terkena runtuhan seng," ujarnya.

Korban lainnya, Masril di Blok V no 26, terlihat sudah sibuk mengemasi barang dan memperbaiki atap rumahnya yang diterpa angin puting beliung tersebut.  Zulfi, 45, seorang tetangganya mengatakan, ba"da Ashar terdengar suara gemuruh diikuti getaran hebat seperti gempa. Tahu-tahunya suara angin. "Saya pikir tadinya gempa, eh taunya angin kencang, suara gemuruh seperti suara pesawat lewat, ternyata rumah sebelah diterjang angin yang mengakibatkan porak poranda," tuturnya.

Asmal, Ketua RT 04 mengatakan, saat kejadian dia sedang dudukdi depan sebuah mesjid, tiba-tiba ia mendengar suara gemuruh. Spontan saja Asmal berlari menuju sumber suara, dan didapatinya rumah korban sudah porakporanda.

"Saat itu saya lagi di depan masjid, tiba-tiba suara gemuruh terdengar, lalu saya berlari ke lokasi, saya dapati rumah korban Andra sudah porak poranda," ujarnya.

Drainase Tersumbat, Air Tergenang

Hujan  yang mengguyur Kota Padang sejak Minggu siang hingga malam hari juga menyebabkan sejumlah kawasan tergenang air. Antara lain, beberapa titik di Jalan Bypass Aiapacah, Jalan Adinegoro, dekat Simpang Brimob, dekat Puskesmas Lubukbuaya, Perumnas Belimbing Kuranji dan lainnya.

Tingkat genangan air paling parah terjadi di persimpangan Apel Raya Perumnas Belimbing atau di depan simpang Pepaya Pasar Belimbing. Genangan air mencapai hingga 70cm. Kejadian ini sangat dikeluhkan warga sekitar. Kejadian yang sudah berlarut larut tersebut hingga saat ini belum juga ada solusinya.

Untuk memasuki perumahan terpaksa warga memutar cukup jauh. Itupun hanya pengendara motor, sedangkan mobil tidak bisa melewati gang alternatif yang berada di sisi lain.

Pantauan Padang Ekspres di simpang Apel Raya terlihat beberapa warga mengais lubang kontrol air dengan besi yang dibengkokkan ujungnya untuk mengais sampah.

"Kalau bukan kami siapa lagi yang harus ditunggu" Kalau menunggu pemerintah turun tangan hingga saat ini tak ada tanggapan, bahkan beberapa pejabat yang pernah meninjau ke sini pun sampai sekarang tak ada responsnya," ujar Hartono,40, warga Jalan Apel sambil terus menggaiskan besinya ke lubang kontrol.

Hal tersebut juga dibenarkan Edi, 30, warga lainnya.

"Sedikit saja hujan maka air akan tergenang. Kondisi ini menjadi penghalang bagi warga yang akan masuk maupun ke luar dari sini. Padahal jalan ini adalah jalan utama menuju perumahan ini," ujarnya.

Tak hanya warga, tukang ojek yang selalu mangkal di depan Simpang Apel tersebut juga mengeluhkan kondisi itu.  Mereka terpaksa berputar ke jalur lain dengan jarak yang lumayan jauh untuk menghindari agar motor tak mati dalam genangan air.

"Kami harus mutar ke sisi sebelah, lumayan jauh dari simpang sini, namun harus bagaimana lagi, daripada nanti motor mati dalam genangan air," ucap Ateng, 38, seorang tukang ojek yang selalu mangkal di simpang empat tersebut.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sumbar, Eliyusman mengaku, belum mendapatkan informasi bencana yang diakibatkan oleh hujan sepanjang Minggu kemarin. Namun masalah drainase dia meminta dan partisipasi masyarakat untuk memperbaiki.

Sementara untuk Jalan Adinegoro, pastinya dekat Puskesmas Lubukbuaya Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Jalan Nasional Nanda Andreina mengatakan, dalam waktu dekat jalan tersebut dikorek, diangkat satu lapis baru kemudian dilapisi aspalnya. "Pengorekan dilakukan, supaya aspal yang ditimpakan di atasnya bisa menyatu dengan jalan. Inilah solusi yang dilaksanakan oleh Kementerian PU, guna mengatasi genangan air," kata Nanda.

 

Sementara perbaikan Jalan Nasional Adinegoro KM 14 sampai Fly Over Duku Kecamatan Batanganai sudah dimulai, jalan-jalan retak sudah ditambal ulang.

 (cr2/ztl)