Pelayanan RSUD Kerinci Dikeluhkan

Rabu, 07 November 2012 - 11:32:33 - Dibaca: 3101 kali

Google Plus Stumbleupon


Jambi Ekspres Online / Jambi Ekspres Online

KERINCI–Pelayanan RSU H.Mayjen.A.Thalib Kabupaten Kerinci, tak kunjung membaik, baik dari pelayanan, pasilitas maupun obat-obatan yang ada di RSUD Kerinci, masih dikeluhkan keluarga pasien.

Pernyataan ini, disampaikan Ketua DPRD Kabupaten Kerinci Liberty, kepada wartawan diruang kerjanya, Selasa (6/11), kemarin. Ia mengaku, pihaknya telah banyak mendapatkan laporan dari warga dan pasien yang berobat di Rumah Sakit Umum, terkait buruknya pelayan di RSUD tersebut.

“Saya banyak mendapatkan laporan dari warga dan pasien, mereka mengeluhkan pelayanan yang diberikan RSUD MHA. Tahlib,” ujarnya.

Politisi PAN inimengatakan, jika RSUD tidak bisa memberikan pelayanan prima sesuai dengan motonya, sebaiknya pengelolaan RSUD ini diserahkan saja pengelolaannya kepada Kota Sungaipenuh, karena PAD juga tidak bisa ditarik dari RSUD tersebut.

“Barangkali ada baiknya diserahkan ke Kota saja, mana tau sampai di Kota pelayanan bisa membaik,” katanya.

Ia juga menambahkan, persoalan pelayanan RSUD MHAT ini sejak lama selalu dikeluhkan oleh warga, tidak hanya untuk kelas tiga, untuk VIP juga masih banyak pasien dan warga yang mengeluh, seperti Air yang sering mati, obat yang sering tidak tersedia di apotik RSUD.

“Untuk tahun 2012 pendapatan RSUD capai Rp. 14 miliar pertahun, namun pelayanan tidak ditingkatkan, kemana uang sebanyak itu  kalau tidak kebutuhan dan pelayanan RUSD tersebut,” tambahnya.

Dirinya kembali menegaskan, jika RSUD MHAT tidak bisa meningkat pelayanan dengan pendapatan yang mencapai  Rp.14 miliar, maka pihaknya mendesak agar pengelolaan rumah sakit ini diserahkan ke Kota Sungaipenuh.

“Diserahkan ke Kota Sungaipenuh, masyarakat Kerinci tetap bisa berobat, jamkesda dan jamkesmas tetap bisa di mamfaatkan,” tegasnya.

Dengan kondisi ini, tidak jarang pasien menebus obat di apotik luar RSUD. Namun, dirinya tidak bisa memastikan apa penyebab terjadinya hal tersebut, apakah karena obat yang tidak tersedia atau ada kerjasama pihak Dokter dengan sejumlah apotik diluar RSUD.

“Obat seharusnya ada di Apotik RSUD, itu gunanya dana yang didapat, untuk pembelian obat ke farmasi dan juga perbaikan rumah sakit itu sendiri,” tandas Liberty.

Terpisah, Dirut RSUD MHAT Kerinci, Dr. Arman Pangabean hingga berita ini diturunkan belum berhasil dikonfirmasi.

(hdi)