Lagi, Warga Ancam Blokir Jalan

Kamis, 08 November 2012 - 10:13:21 - Dibaca: 2173 kali

Google Plus Stumbleupon


BELUM DIPERBAIKI: Jalan Sunan Gunung Jati, Kenali Asam Bawah, hingga kini belum juga diperbaiki. Warga mengancam akan kembali memblokir jalan tersebtut. ( M KHAIDIR/JAMBIEKSPRES)
BELUM DIPERBAIKI: Jalan Sunan Gunung Jati, Kenali Asam Bawah, hingga kini belum juga diperbaiki. Warga mengancam akan kembali memblokir jalan tersebtut. ( M KHAIDIR/JAMBIEKSPRES) / Jambi Ekspres Online

Jalan Sunan Gunung Jati Tak Kunjung Diperbaiki

JAMBI-Warga RT 2, RT 3 dan RT 40 Kelurahan Kenali Asam Bawah, Kecamatan Kotabaru, kembali mengancam akan memblokir Jalan Sunan Gunung Jati, tepatnya di kawasan SMK Satria Kota Jambi.

                Pasalnya, hingga kini, Pertamina belum juga menepati janjinya untuk mengaspal jalan tersebut, padahal sesuai kesepakatan, Pertaminalah yang melakukan pengaspalan tersebut.

“Kemarin kami bersama warga sudah sempat memblokir jalan ini. Namun mereka (Pertamina, red) berjanji akan memperbaikinya pada bulan ini (November, red). Kalau November ini tak juga diaspal, kami akan kembali memblokir jalan itu,” ujar Suhendri, Ketua RT 40 yang dikonfirmasi harian ini, kemarin (7/11).

Menurutnya, saat ini, memang sudah terlihat beberapa orang yang seperti mengukur jalan. Kemungkinan orang tersebut merupakan utusan dari Pertamina yang akan melakukan pengaspalan jalan. ‘’Tapi kita tidak tahu pasti,’’ ujarnya.

Pantauan harian ini, kemarin, jalan tersebut sudah dalam tahap pengerasan. Namun, kondisi itu bukan seperti kondisi jalan yang diharapkan oleh warga. Warga meminta, agar jalan tersebut diaspal sesegera mungkin.

                “Berapa panjang, spek pengaspalannya bagaimana kita tidak tahu juga. Namun yang kami minta, jalan itu diperbaiki dan layak,” ujarnya.

                Jalan di lokasi tersebut mengalami kerusakan, diduga disebabkan oleh seringnya kendaraan dengan kapasitas besar melintasinya. “Di belakang itu kan ada pengeboran pertamina. Jadi, mobil besar selalu lewat yang kapasitasnya itu sampai 40 ton. Wajar jalan menjadi rusak,” jelasnya.

                “Pokoknya kami meminta November ini jalan sudah harus siap. Jika tidak kami akan tutup lagi jalan itu,” tandasnya.

                Sementara itu, Tari, salah satu warga yang ditemui harian ini menjelaskan, sebelumnya, jalan di kawasan itu sudah pernah diperbaiki. Akan tetapi, kondisi itu tak berlangsung lama. “Memang sempat bagus dulu. Tapi Cuma sebentar. Setelah itu rusak lagi. Karena ada pengeboran yang dilakukan Pertamina. Jadi mobil besar itu masuk terus kesana sehingga menyebabkan jalan menjadi rusak,” ujarnya.

(wsn)