Pemerintah Pastikan Tak ada Korban WNI

Sabtu, 16 April 2016 | 09:17:36 WIB | Dibaca: 1296 Kali

REUTERS LULUH LANTAK: Pemukiman warga di distrik Kumamoto, Kyushu, Jepang luluh lantak setelah digoncang gempa berskala getaran 6,4 SR (15/4).

 Dari Dua Bencana Gempa di Jepang dan Myanmar

JAKARTA – Pemerintah Indonesia dengan cepat merespon terkait bencana gempa yang menimpa Kyushu, Jepang, dan Naypyidaw, Myanmar. Salah satu prioritas, memastikan adanya warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban dari bencana tersebut. Dari laporan terakhir, Kementerian Luar Negeri belum mendapatkan informasi tentang korban dari dua bencana tersebut.          

                Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia (PWNI-BHI) Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Lalu Muhammad Iqbal mengatakan, pihaknya telah menerima informasi terkait gempa yang terjadi di distrik Kumamoto, Kyushu, Jepang. Menurut informasi yang diterima, gempa berskala getaran 6,4 SR (Skala Richter) itu telah menimbulkan 9 korban jiwa dan 900 korban luka-luka.

                ’’Kami terus mencari informasi terkait kemungkinan adanya korban WNI pada gempa tersebut. KBRI Tokyo telah melakukan kontak dengan tokoh-tokoh masyarakat Indonesia di Kumamoto serta melalui jaringan sosial media WNI. Namun, sejauh ini tidak ada laporan terkait hal terssebut. Masyarakat Indonesia dilaporkan dalam keadaan baik,’’ ujarnya di Jakarta kemarin (15/4).

                Memang, lanjut dia, ada beberapa WNI yang harus mengungsi ke Kumamoto Daigaku (Universitas Kumamoto) atau mengungsi di Mesjid Kumamoto karena tempat tinggal mereka yang terkena dampak gempa. Namun, keselamatan mereka sudah terkonfirmasi. Menurut data KBRI Tokyo, jumlah WNI yang berada di distrik Kumamoto berjumlah 204 orang. Itu terdiri dari dari 144 orang pekerja dan 60 orang pelajar.

                ’’Pemerintah melalui KBRI Tokyo akan terus berkoordinasi dengan otoritas setempat serta jaringan masyarakat Indonesia di Jepang. Sehingga. perkembangan situasi pasca gempa bisa terus diawas,’’ ungkapnya.

                Terkait gempa yang terjadi Myanmar, Iqbal pun mengaku bahwa pihaknya sudah memastikan bahwa gempa 6,9 SR pada lokasi 396 kilometer dari Naypyidaw tak menimbulkan korban WNI. Namun, pihaknya masih terus melakukan pengawasan barangkali terjadi temuan baru. Pasalnya, pihaknya mencatat ada 609 WNI yang berdomisili di negara tersebut.

                ’’KBRI terus meminta WNI di Myanmar untuk memperhatikan informasi terkait perkembangan bencana tersebut dan mengikuti himbauan yang dikeluarkan oleh pemerintah setempat,’’  jelasnya. (bil)