Ikan Paus Terdampar di Sadu

Minggu, 09 September 2012 - 22:02:52 - Dibaca: 4821 kali

Google Plus Stumbleupon


TERDAMPAR : Ikan paus yang terdampar di pantai timur Jambi, Kecamatan Sadu. Ikan ini kemarin kondisinya sudah mati.
TERDAMPAR : Ikan paus yang terdampar di pantai timur Jambi, Kecamatan Sadu. Ikan ini kemarin kondisinya sudah mati. / Jambi Ekspres Online

MUARASABAK - Warga Kecamatan Sadu Kabupaten Tanjab Timur kemarin dihebohkan dengan penemuan bangkai ikan paus. Agus, salah seorang warga sekitar lokasi penemuan ikan paus ketika dikonfirmasi kemarin (08/09) mengatakan, ikan paus tersebut sebelumnya pernah dilihat oleh sopir speedboat Sungai Benuh pada hari Kamis (06/09).

 "Ketika pertama kali dilihat pada hari Jumat sore, ikan paus masih dalam keadaan hidup, tapi keberadaan ikan paus masih diacuhkan sopir speedboat," katanya kemarin.

Dikatakannya, namun kemarin ketika dia melihat ikan paus malang itu, ternyata ikan paus sudah dalam keadaan mati dan menjadi bangkai. "Walaupun mati dan menjadi bangkai, tapi tubuh ikan paus masih utuh," katanya.

Dia memperkirakan kematian ikan paus tersebut disebabkan karena ikan masuk ke dalam lekukan laut. Sehingga ikan paus malang itu tidak dapat keluar dari lekukan. Dan menyebabkan ikan paus menjadi mati.

"Sekarang ya kami biarkan saja, mau didorong bangkainya ke tengah laut juga tidak mungkin. Kecuali air laut pasang besar, baru bisa bangkai ikan paus dipindahkan," paparnya.

Terpisah Kades Sungai Jambat, Edi Leonardo MS ketika ditemui kemarin ikut membenarkan perihal penemuan ikan paus di desanya. "Ditemukan salah seorang warga kami ketika sedang mencari ikan pada hari Kamis (06/09) lalu. Waktu ditemukan sudah dalam keadaan mati, itu pun terjadi ketika air laut pasang," jelasnya.

Ditambahkannya, saat ini banyak warga berdatangan ke desanya untuk melihat bangkai ikan paus. Maklum saja kejadian ikan paus terdampar adalah kali pertama di desanya. "Ini kejadian langka, sebelumnya kan hanya mendengar saja. Tapi sekarang melihat langsung," bebernya.

Dia juga melarang kepada masyarakat sekitar agar tidak mengambil daging ikan. Hingga kemarin keberadaan bangkai ikan pau dibiarkan begitu saja. "Kami juga sedang menunggu BKSDA dan dari dinas terkait untuk memeriksa ikan paus," katanya.

Mengenai bobot ikan paus? Dia mengungkapkan, bobot ikan paus sekitar kurang lebih tiga ton dan panjang ikan paus sekitar delapan ton. "Itu setelah kami bersama-sama warga setempat menghitung panjang ikan paus," tandasnya.

(yos)