Ribuan Sekolah Ditutup Erdogan

Senin, 25 Juli 2016 | 08:40:02 WIB | Dibaca: 1334 Kali


ISTANBUL – Tindakan represif dengan mengatasnamakan pembersihan unsur-unsur pendukung kudeta semakin menjadi-jadi di Turki. Sebanyak 1.043 sekolah swasta tidak bisa beroperasi. Begitu pula 15 universitas, 35 lembaga kesehatan, 19 serikat perdagangan, dan 1.229 lembaga amal yang dituding memiliki keterlibatan dengan Fethullah Gulen.

 

Gulen yang dituding oleh Pemerintah Turki sebagai dalang di balik kudeta gagal pada 15 Juli itu memang memiliki banyak pendukung utama di jaringan institusi pendidikan. Pada Sabtu (23/7) Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengeluarkan dekrit yang memerintahkan penutupan tersebut.

 

Rencananya, pemerintah juga mengangkat 20 ribu guru baru yang akan mengajar di sekolah-sekolah negeri. Sebelumnya, Pemerintah Turki telah mencabut sertifikat mengajar hampir seluruh guru di negara itu.

 

Dekrit tersebut merupakan yang pertama dikeluarkan Erdogan pasca menetapkan status darurat negara pada Rabu malam (20/7). Dalam dekrit tersebut, disebutkan bahwa masa penahanan orang yang sudah ditangkap juga akan diperpanjang. Yakni, dari 4 hari menjadi 30 hari. Tujuannya, memberikan waktu kepada petugas untuk melakukan investigasi secara menyeluruh. Pemerintah Turki pun menangkap dan memecat lebih dari 60 ribu orang.

 

Pemerintah Turki kini juga mulai menahan keluarga dan orang-orang terdekat Gulen. Mereka berhasil menahan keponakannya yang bernama Muhammad Sait Gulen. Dia ditahan saat sedang berada di dekat Kota Erzurum. Dia akan dibawa ke Ankara untuk diinterogasi. Kantor berita Anadolu melaporkan bahwa dia kemungkinan ditahan dengan tudingan menjadi anggota organisasi teroris. Sejak kudeta tersebut berlangsung, itu adalah kali pertama ada anggota keluarga Gulen yang ditahan.

 

Ajudan senior Gulen ikut merasakan hal serupa. Pria yang disebut bernama Hails Hanci tersebut ditangkap saat berada di Provinsi Trabzon. Pemerintah Turki menyebut Hanci sebagai tangan kanan Gulen. Dialah yang selama ini bertanggung jawab mengalirkan dana kepada Gulen. Otoritas yang berwenang dalam penangkapan itu mengungkapkan bahwa Hanci memasuki Turki dua hari sebelum kudeta berlangsung.

 

Menantu Akin Ozturk, yaitu Letkol Hasan Karakus, juga ditahan di Ankara. Ozturk adalah mantan kepala angkatan udara Turki yang sudah ditahan sehari setelah kudeta. Karakus dituding mengebom komando pasukan khusus di Ankara saat kudeta tersebut terjadi dan mengakibatkan 42 polisi tewas. Seorang pilot perempuan bernama Kerime Kurmas pun ditangkap di wilayah Yalova karena dituding terlibat dalam kudeta itu.

 

Dia dituding menerbangkan pesawat jet tempur F-16 saat kudeta tersebut terjadi. Beberapa media lokal menyebut Kurmas sebagai satu-satunya pilot tempur perempuan di Turki. Dua pilot laki-laki yang menjadi rekannya sudah ditangkap lebih dulu. ’’Saat ini orang-orang yang terlibat dalam kudeta dan masih buron tinggal sedikit,’’ ujar Perdana Menteri  (PM) Turki Binali Yildirim. Dia menegaskan bahwa status darurat di Turki hanya akan berlangsung selama tiga bulan. Namun, jika dibutuhkan, status itu bisa diperpanjang.

 

Pemerintah Turki juga berencana membubarkan pasukan pengamanan presiden (paspampres). Sebab, banyak di antara anggota paspampres tersebut yang dituding terlibat dalam kudeta itu. Total, ada sekitar 300 anggota paspampres yang sudah ditangkap. ’’Kami memutuskan bahwa tidak akan ada lagi unit penjaga di area (kepresidenan) tersebut,’’ terang Ylidirim.

 

Rencananya, Erdogan juga melakukan pertemuan dengan Dewan Tertinggi Militer (YAS) Turki pada 28 Juli. Itu lebih cepat dari jadwal biasanya setiap Agustus. Majunya jadwal tersebut menunjukkan bahwa Erdogan ingin memastikan pasukan militer benar-benar diisi oleh orang-orang yang mendukungnya.

(AFP/Reuters/CNN/sha/c20/kim)