BTN Targetkan KPR Rp 426 Miliar

Senin, 25 Juli 2016 | 08:58:30 WIB | Dibaca: 3974 Kali


JAMBI-PT Bank Tabungan Negara (BTN) Kantor Cabang Jambi menargetkan penyaluran kredit perumahan rakyat (KPR) mencapai Rp 426 miliar pada 2016 atau meningkat 30 persen dari target tahun sebelumnya. Padan triwulan kedua akhir Juni 2016 ini saja, target tersebut telah tercapai diangka Rp 240 miliar.

                "Target penyaluran KPR meningkat 30 persen, dan dengan target yang diberikan oleh pusat sebesar Rp 426 miliar tahun ini, kami optimis  tercapai. Tentunya, dengan sejumlah strategi untuk memenangkan pasar," kata Kepala Unit Pinjaman Konsumen, BTN  Cabang Jambi, Abdul Samazi di Jambi, Jumat (22/7) .

                Sesuai dengan rancangan kerja anggaran perusahaan (RKAP) BTN Jambi katanya, target penyaluran KPR baik untuk perumahan subsidi atau nonsubsidi harus tercapai diatas 100 persen.

                " Perkembangan cukup bagus, sehingga kita ditargetkan harus tercapai diatas 100 persen, "ujarnya. Sejak diluncurkannya program satu juta rumah oleh pemerintah pada tahun 2014 lalu, penyaluran KPR di Jambi selalu meningkat dengan rata-rata peningkatan 26 persen setiap tahunnya.

                Provinsi Jambi merupakan ladang pengembangan rumah subsidi, sehingga membuat pasar KPR rumah subsidi atau rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR)  harga Rp 116 juta paling banyak diminati masyarakat sehingga kebutuhan akan hunian terus tumbuh dari tahun ke tahun.

                Saat ini, pengembang perumahan juga bersaing meningkatkan kualitas perumahan yang dikembangkannya agar menjadi lebih baik, sehingga demikian masyarakat menganggap bahwa rumah yang dijual pengembang itu tidak rumah nonsubsidi.

                BTN Jambi saat ini bekerjasama dengan 200 pengembang perumahan di Jambi yang tergabung dari beberapa wadah pengembang perumahan diantaranya Real Estate Indonesia (REI) dan Asosiasi Perumahan Seluruh Indonesia (APERSI).

                "Di Jambi pasar KPR subsidi cukup bagus, dan ini ditunjukan oleh pengembang perumahan yang sebelumnya membangun rumah nonsubsidi saat ini mereka beralih membangun rumah subsidi, karena bunganya hanya lima persen, sehingga mudah dijual," katanya menjelaskan.

(yni)