Roy Suryo Resmi Menjadi Menpora

Rabu, 16 Januari 2013 - 09:21:02 - Dibaca: 1706 kali

Google Plus Stumbleupon


Jambi Ekspres Online / Jambi Ekspres Online

JAKARTA - Sejak namanya muncul dalam bursa Menpora pengganti Andi Malarangeng, tidak sedikit pihak yang meremehkan Roy Suryo. Namun, keputusan presiden tidak bisa diganggu gugat. Kemarin (15/1), Presiden Susilo Bambang Yudhoyono resmi melantik Kanjeng Raden Mas Tumenggung (KRMT) Roy Suryo Notodiprojo sebagai Menpora RI. Upacara pelantikan dilakukan di Istana Negara, dia dilantik menjadi Menpora mengacu Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 5P Tahun 2013.

 

Resmi menjadi Menpora, Roy Suryo mengungkapkan, pihaknya segera tancap gas. Dia pun meniadakan sejumlah acara seremonial di kantor barunya. "Ini memang beban berat yang harus diterima. Tapi karena ini perintah langsung dari Presiden jadi Insya Allah, Allah bersama kita dan dengan dukungan masyarakat, saya akan langsung lari cepat. Jadi hari ini (kemarin), saya bilang pada kantor Kemenpora, kita tidak usah terlalu banyak upacara-upacara seremonial,"jelas Roy, usai acara pelantikan di Istana Negara, kemarin (15/1).

 

Politikus Partai Demokrat itu melanjutkan, pihaknya sudah menentukan tiga program yang menjadi prioritas. Yang pertama, konsolidasi dengan jajaran internal Kemenpora. Untuk hal yang pertama, Roy mengaku sudah melakukan hal tersebut dan akan terus melakukannya untuk mencegah terjadinya kasus serupa Hambalang. Selanjutnya, Roy akan memprioritaskan pencapaian prestasi. Dia berniat mempertahankan posisi Indonesia sebagai juara umum pada ajang SEA Games yang akan berlangsung di Myanmar. Yang terakhir, adalah konflik PSSI. "Untuk yang terakhir, kita punya tenggat waktu untuk penyelesaian kasus PSSI, tapi saya tidak mau berjanji. Yang jelas, saya harus bergerak cepat,"tegasnya.

Ketika ditanya terkait banyaknya pihak yang meragukan kompetensinya, Roy tidak mengelak. Bahkan dirinya mengakui jika dia harus banyak belajar terkait persoalan kepemudaan dan olahraga. Namun, dia juga mengaku sempat ragu ketika Mensesneg Sudi Silalahi mengabarkan bahwa dirinya menjadi kandidat Menpora pengganti Andi Malarangeng. "Kalau tidak percaya tanya pak Sudi, saya memang sempat menolak. Tapi saya kemudian ditelepon lagi, beliau meminta saya untuk mengikuti saja dulu. Saya sempat menanyakan apakah ada pilihan (menolak atau menerima), ternyata hanya ada pilihan menerima,"jelasnya.

Menteri 44 tahun itu menyadari, kalau dirinya tidak memiliki kompentensi di bidang olahraga. Karena itu, Roy menyatakan "akan segera melantik sejumlah staf khusus untuk mendampingi dirinya dalam memimpin Kementerian Pemuda dan Olahraga."Rencananya, dia akan mengangkat tiga staf khusus menteri untuk mendampinginya. Pertama salah satunya mantan ratu bulu tangkis Ivana Lie. "Saya akan membujuk Ivana Lie, akan saya angkat jadi stafsus saya," katanya.

 

Sebagai informasi, Ivana Lie yang lahir dengan nama Ivana Lie Ing Hoa adalah pemain bulu tangkis Indonesia era 1980-an. Namanya dikenal masyarakat sebagai pemain bulu tangkis tunggal putri, ganda putri, maupun ganda campuran."Karier gemilang Ivana adalah saat ia menjuarai Taiwan Open 1982, Indonesia Open dan Sea Games pada 1983, dan Chinese Taipei Masters Invitation 1984. Ia juga menjadi runner-up di 1984 World Badminton Grand Prix."

 

Setelah pensiun, Ivana sempat membuka usaha garmen dengan merk Levana. Selain itu ia juga aktif menjadi pelatih bulu tangkis yang mengkhususkan diri melatih anak-anak, dengan olahraga hasil temuannya, badmini, olahraga bulu tangkis yang dimodifikasi untuk anak-anak. Karena dikenal sebagai perempuan yang aktif dan populer, Ivana juga pernah menjadi komentator pertandingan bulu tangkis. Kini perjuangan Ivana berlanjut dengan diangkatnya dia sebagai staf khusus di Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga."

 

Kemudian, Stafsus lainnya Eko Indrajit yang dikenal guru besar ilmu komputer ABFI Institute Perbanas serta konsultan sistem dan teknologi informasi. "Eko adalah profesor muda yang mumpuni di bidangnya. Yang ketiga, dia juga ahli bidang komunikasi dan informatika. Namanya Heru Nugroho,"ujarnya.

 

Selain Roy Suryo, Presiden Presiden juga melantik Susilo Siswoutomo sebagai Wakil Menteri Energi Sumber Daya Mineral (Wamen ESDM). "Pelantikan Susilo Siswoutomo sebagai Wamen ESDM berdasarkan Keppres Nomor 8M Tahun 2012. Susilo sebelumnya menjabat staf ahli Menteri ESDM. Susilo menjadi Wamen ESDM menggantikan posisi Rudi Rubiandini yang diangkat sebagai Kepala Satuan Kerja Sementara Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas). Upacara pelantikan dihadiri oleh Wakil Presiden Boediono dan sejumlah menteri Kabinet Indonesia Bersatu II. Turut hadir para pimpinan lembaga negara seperti Ketua MK Mahfud MD, Ketua DPD RI Irman Gusman, dan Ketua BPK RI Hadi Purnomo.

 

Sementara itu, ketika ditemui di Kantor Kemenpora, Roy menyatakan keoptimisan membangun olahraga indonesia ke arah yang lebih baik. Usai pelantikan di Istana Negara kemarin, Roy melakukan pisah sambut dengan Plt.Menpora Agung Laksono di kantor Kemenpora. "Kita akan mulai babak baru di dalam kepemudaan dan olahraga Indonesia. Saya memang betul tidak dikenal di olahraga, tetapi terimakasih atas dukungan semuanya," ucap Roy kemarin.

 

Jumat (18/1) mendatang, Roy akan melakukan konsolidasi dengan seluruh elemen menpora. Sebelumnya, dia telah bertemu dengan lima deputi Kemenpora. Dalam pertemuan tersebut Roy menekankan bahwa kementrian yang bakal dipimpinnya, hanya menangani soal-soal teknis yang menyangkut masalah pemuda dan olahraga. "Akan saya berikan satu clue ke Kemenpora, bahwa Kemenpora itu hanya teknis soal pemuda dan olahraga. Tidak boleh ada urusan soal-soal proyek, uang dan sebagainya,"katanya.

 

Roy menuturkan, sudah melobi Komisi X DPR agar dana olahraga dan kepemudaan tahun ini sebesar Rp 1.9 triliun segera turun segera. Apalagi sejak 1 Oktober lalu, pelatnas sudah berjalan. "Dengan konsolidasi yang kuat, saya harap bisa segera menyelesaikan masalah yang ada. Saya juga akan segera mempercepat kendala yg sekarang dialami Satlak Prima. Yakni anggaran olahraga tahun 2013 yang sampai hari ini belum turun," ucap alumni Ilmu Komunikasi UGM Jogja itu.

 

Soal keruwetan di PSSI, Iangkah terdekat yang dilakukan Roy yakni akan pastikan apa-apa yang sudah dilakukan pendahulunya. "Saya akan pastikan mereka patuhi atau tidak. Saya juga akan menemui dua tokoh sepak bola nasional yang ada di belakang ini. Kalau mereka kesulitan ke sini. Saya yang akan sowan ke Pak Nirwan Bakrie dan Pak Arifin Panigoro," tutur Roy.

 

Soal opsi pembubaran PSSI, dalam kacamata Roy lebih baik pilih salah satu organisasi yang ada atau tidak semua. Namun, dia menekankan, jika pemerintah memang harus berani mengambil sikap. "Pemerintah harus berani, tapi tidak semua itu pilihan terakhir tentunya dengan restu seluruh masyarakat Indonesia," ucap Roy.

 

Roy juga ssiap bertanggung jawab dengan semua langkah yang diambil termasuk masuknya pemerintah dalam penyelesaian sepak bola Indonesia.

 

Di sisi lain, Plt Menpora Agung Laksono berharap masuknya Roy Suryo sebagai menteri baru akan bisa menjadi harapan baru bagi segala carut marut olahraga Indonesia. "Jangan belum kerja sudah dikatakan tak mampu atau yang lain. Beri waktu jalankan tugasnya dulu," ucap Agung.

 

Politisi asal partai Golkar itu mengungkapkan masalah PSSI akan ada solusi di bawah kepemimpinan Roy. "Secara garis besar sudah ada route map yang harus dijalankan. Mulai pertemuan dengan AFC. Kita tak berharap pembubaran. Tapi yang ada adalah penyatuan," tegas Agung. Pesan Agung kepada Roy sebagai Menpora baru yakni bisa sebaik-baiknya menjalankan tugasnya.

(Ken/Dra)