Pesawat Hawker Yang Pertama Kali Mendarat di Kualanamu

Kamis, 25 Juli 2013 | 11:10:48 WIB | Dibaca: 2261 Kali


DELI SERDANG- Untuk pertama kali ada pesawat yang mendarat di bandara internasional Kualanamu sebelum melakukan soft operation. Pesawat jenis Hawker Beechcraft 900 XP ini melakukan pendaratan untuk mengetahui dengan pasti bagaimana sistem navigasi di bandara baru Kualanamu berjalan.

Tepat pukul 12.30 Wib, pesawat yang memiliki nomor PK CAR ini mendarat di Kualanamu untuk melakukan uji coba. Dan melalui ujicoba tersebut diketahui, bahwa semua sistem navigasi di Kualanamu berjalan dengan baik. "Hasil Navigasi yang kita pantau, bahwa sistem navigasi di Kualanamu sangat memuaskan. Selain landasannya besar dan luar. Lebarnya juga akan membuat pesawat akan lebih mudah untuk beraksi," ujar Kapten Irwan Saputra, selaku kapten dalam pesawat tersebut.

Dijelaskannya, pesawat yang hanya mampu menampung maksimal 11 orang ini dilengkapi dengan alat teknologi untuk mengetahui dengan pasti alat navigasi sebuah bandara. Bahkan, terkadang, pesawat hawker ini juga digunakan untuk melakukankalibrasi untuk berbagai alat navigasi diseluruh bandara di seluruh Indonesia. "Dari pantauan alat kita, ILS, radar, Voa, dan lainnya sanagt bagus. Sangat mudah untuk ditangkap bagi pesawat yang akan mendarat maupun yang akan take off," jelasnya.

Kapten yang biasa juga dipanggil dengan Kapten Tigor ini juga menjelaskan, bahwa sebagai bandara baru, Kualanamu memiliki keistimewaan sendiri, panjang landasannya hampir sama seperti di Batam dan Biak. Bahkan, panjang landasan sama seperti di Batam. "Kalau menurut saya, ini bandara baru yang terbaik. Saat ini, ada 4 bandara baru di Indonesia, Bali, Ujung Pandang, dan lainnya Kualanamu. Dan semuanya sudah saya rasakan saat mendarat. Dan saya akui bahwa Kualanamu sangat bagus," tambahnya.

Saat disinggung apakah tidak masalah di Kualanamu yang belum soft operation, dengan santai pria yang akrab disapa dengan sebutan Kapten Tigor ini menyatakan bahwa tidak masalah, karena pesawat ini merupakan ujicoba. "Kalau untuk mendarat pertama kali kita serahkan ke masyarakat. karena memang kita yang pertama mendarat, selama ini saat melakukan kalibrasi atau pengecekan alat navigasi di Kualanamu kita tidak pernah mendarat, hanya lewat saja," tambahnya.

Sebagai pria yang lahir di Medan dan besar di Rantau Prapat, dengan santai Irwan menatakan bahwa dirinya bangga sebagai orang pertama yang mendaratkan pesawat di Kualanamu. karena itu, dirinya berharap agar masyarakat Sumut bersedia untuk menjaga Kualanmu yang menurutnya memang layak untuk dibanggakan. "Karena membangun itu lebih mudah bila dibandingkan dengan menjaga. Mari kita tetap menjaga agar Kualanamu tetap menjadi kebanggaan Sumut," tutupnya.

(ram)