Sultan Resmi Gubernur, Warga Tumpengan di Malioboro

Kamis, 11 Oktober 2012 - 09:51:29 - Dibaca: 1422 kali

Google Plus Stumbleupon


SRI SULTAN HB X
SRI SULTAN HB X / Jambi Ekspres Online

Lagu Jogja Istimewa itu langsung menggema di Pagelaran Keraton Jogjakarta. Seakan ada komando, ratusan warga yang memenuhi Pagelaran ikut menyanyikan lagu bersama dengan personel Jogja Hiphop Foundation. Suara dari sound system yang cukup kencang, menambah riuh suasana.

Raut sumringah terlihat dari wajah-wajah mereka menyambut pelantikan Sri Sultan Hamengkubuwono X dan KGPPAA Paku Alam IX sebagai gubernur dan wakil gubernur Daerah Istimewa Jogjakarta.

Memang, kurang dari satu jam sebelumnya, Sultan HB X dan Paku Alam IX baru saja menjalani prosesi pelantikan. Bertempat di ruang Garuda Istana Kepresidenan Jogjakarta atau dikenal dengan Gedung Agung, keduanya dilantik Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Pengesahan gubernur dan wagub itu menyusul disahkannya Undang-undang No. 13 Tahun 2012 tentang Keistimewaan Daerah Istimewa Jogjakarta (UUK DIJ) pada 31 Agustus 2012. Warga Jogja mengharapkan, momentum pengesahan UUK DIJ dan pelantikan gubernur dan wagub bisa membawa Jogja ke arah yang lebih baik.

Harapan itu juga terkait dengan lika-liku perjalanan panjang pembahasan RUUK DI Jogjakarta. Seniman Butet Kartaredjasa yang ikut hadir di Pagelaran Keraton meminta untuk bersama-sama menjaga Jogja. "Mari kita berjanji untuk tidak menggangsir (menggerogoti) dana keistimewaan Jogjakarta," tegasnya dengan suara lantang.

Acara di Pagelaran itu tak berlangsung lama. Jelang tengah hari, kegiatan dipungkasi. Namun sore harinya, warga Jogja sudah menyiapkan tumpengan di Malioboro, area yang dikenal sebagai ikon kota pelajar itu. Kemarin, pedagang yang biasa memenuhi sepanjang pinggir jalan Malioboro memang meliburkan diri. Hanya toko-toko yang tetap buka, meski tak sedikit juga yang tidak beraktifitas.

Sejak pagi sebelum pelantikan dimulai, warga sudah membersihkan area tempat mereka biasa berjualan. Sebuah mobil tangki air juga disiapkan di ujung jalan dekat Gedung Agung.

Tumpengan sebagai syukuran pengesahan Sultan sebagai gubernur itu dimulai sekitar pukul 15.30. Sebuah panggung kecil disiapkan persis di depan Malioboro Mall. Sementara di sepanjang jalan Malioboro, tepatnya di sisi barat, warga meletakkan tumpeng di atas gelaran tikar.

Rencananya masih akan ada kegiatan pada Jumat (12/10) besok di Pagelaran Keraton menyambut pengesahan Sultan HB X dan Paku Alam IX sebagai gubernur dan wagub. Acara yang juga inisatif dari warga itu akan diisi dengan pertunjukkan seni dan pesta jajanan angkringan.

Warga Jogja memang antusias menyambut pengesahan gubernur dan wagub. Harapan pun muncul bersamaan dengan adanya UUK DIJ. Sultan HB X yang ditemui seusai pelantikan menuturkan, kemarin memang menjadi momentum yang bersejarah bagi Jogjakarta.

Lewat dinamika yang panjang, apa yang diharapkan selama" ini, akhirnya dapat terealisasi. "Peristiwa pagi ini saya kira peristiwa bersejarah, dalam pengertian undang-undang yang belum komplit sekarang sudah menjadi lebih utuh," katanya.

 Sultan mengatakan, tidak ada istilah menang - kalah dengan pengesahan undang-undang itu. menurutnya, semua berdasar pada kesepakatan dan keikhlasan. "Itu bermanfaat bagi masyarakat, bagian dari republik," tandasnya.

 Sultan pun menanggapi enteng dengan tidak bisa ikut terlibat dalam partai politik setelah penetapan itu. Termasuk ada yang menyebut sebagai capres untuk 2014. "Ya terserah saja. Saya di rumah saja," katanya lantas tersenyum. Namun kalimatnya masih berlanjut saat ditanya apakah siap melepaskan jabatan jika maju capres. "Ya asal ada partai yang minta, saya tidak perlu menyodorkan KTA," ujarnya.

Sementara itu, Presiden SBY dalam amanatnya saat prosesi pelantikan mengatakan, keistimewaan Jogjakarta tidak lepas dari

nilai-nilai historis sebagai kota perjuangan. Termasuk pernah menjadi ibukota negara di awal-awal perjuangan kemerdekaan. "Nilai historis dengan sejumlah warisan budaya ini merupakan kekayaan yang tidak ternilai harganya," katanya.

Kekayaan budaya itu wajib dilindungi dengan tetap mengedepankan prinsip sadaya nyawiji rila gumreget ambangun diri lan nagari (bersama bersatu ikhlas dalam membangun diri dan negara). "Sejarah mencatat, status istimewa yang  diberikan kepada Jogjakarta merupakan bagian dari proses berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia," terangnya.

SBY menyebut, Maklumat 5 September 1945 dari Sultan Hamengku Buwono IX dan Adipati Paku Alam VIII, yang menyatakan bahwa Kesultanan Ngayogyakarto Hadiningrat menjadi bagian dari NKRI merupakan keputusan yang arif dan bijaksana.

Dalam kesempatan itu, SBY menyebut sebelas sasaran pembangunan nasional yang juga perlu diupayakan pemerintah Jogjakarta. Sebelas sasaran itu adalah, meningkatkan pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan pekerjaan yang lebih banyak, melakukan pengurangan kemiskinan, menjaga stabilitas harga bahan-bahan pokok, dan meningkatkan kualitas pendidikan.

Kemudian juga meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, meningkatkan pembangunan infrastruktur, meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, menegakkan hukum dan keadilan, serta melakukan pencegahan dan pemberantasan korupsi. Lalu meningkatkan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance) dan menjaga kelestarian lingkungan.

SBY juga mengharapkan, gubernur melakukan pengawasan dalam pengelolaan dan penggunaan anggaran."

"Hindari penyalahgunaan dan kebocoran anggaran, karena setiap rupiah anggaran negara pada hakekatnya adalah uang rakyat," katanya.

(fal)