D E W A R U C I Rampungkan Pelayaran

Jumat, 12 Oktober 2012 - 10:07:53 - Dibaca: 2097 kali

Google Plus Stumbleupon


PENSIUN: KRI Dewaruci bersandar di dermaga Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil), Tanjung Priok, Jakarta Utara.(RAKA DEENY/JAWAPOS)
PENSIUN: KRI Dewaruci bersandar di dermaga Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil), Tanjung Priok, Jakarta Utara.(RAKA DEENY/JAWAPOS) / Jambi Ekspres Online

JAKARTA - Lirik lagu Sailing karya rocker gaek Rod Stewart itu sesekali terdengar di sela-sela persiapan penyambutan kedatangan KRI Dewaruci di Dermaga Komando Lintas Laut Mililter (Kolinlamil), Tanjung Priok, Jakarta Utara, kemarin (11/10) pagi pukul 08.00 WIB. Sejumlah penari Reog Ponorogo juga mulai bersiap di pojok luar tenda.

Sekitar pukul 09.30, KRI Dewaruci yang lego jangkar radius 16 kilometer dari dermaga sejak Rabu (10/10) malam kemudian bergerak. Para pengisi acara yang tadi berlatih langsung tanggap dan menyambut di bibir dermaga. Penari Reog Ponorogo kemudian menghibur dilanjutkan dengan barisan marching band dari Kolinlamil.

Setengah jam kemudian, tiga tiang kapal legendaris itu mulai mencapai jarak pandang para undangan dan keluarga kadet yang hadir. Kapal bertipe Tall Ships Barquentine itu berjalan anggun perlahan diiringi dua unit yacht dan sejumlah jetski yang membentuk formasi manuver di depannya. Sejumlah kadet bersiaga di tiang layar kapal yang berumur 60 tahun itu.

Para kadet yang berada di dek utama tampil nyentrik dengan pakaian tradisional. Beberapa bahkan berpakaian ala bajak laut Jack Sparrow dari sekuel Pirates of Carribean yang terkenal itu.

Tak lama kemudian, Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Soeparno memasuki lapangan upacara penyambutan. Begitu kapal sandar, Komandan KRI Dewaruci Letkol Laut (P) Haris Bima Bayuseto turun dari kapal dan menerima ucapan selamat dari Laksamana Soeparno. Mantan Panglima Komando Armada RI Kawasan Barat (Koarmabar) itu lantas secara simbolis menyematkan pin Pelayaran Keliling Dunia kepada Letkol Haris.

Soeparno lantas naik ke dek dan menyampaikan selamat kepada para awak kapal. Sebanyak 77 orang telah berlayar keliling dunia dan mengharumkan nama Indonesia.

Mereka melintas ke sejumlah dermaga penting sejak berangkat dari dermaga Koarmatim, Surabaya, pada 14 Januari lalu. Di antaranya, Boston, New York, Amerika Serikat; Saint John, Canada; Porto, Portugal; Cadiz, Spanyol; menembus terusan Suez hingga ke Jeddah, Arab Saudi; Salalah, Oman; Colombo, Srilanka, dan kembali ke Indonesia via Jakarta. 

Dewaruci telah mengarungi Samudera Pasifik, Samudera Atlantik, Laut Mediterania, hingga kembali ke Indonesia melalui Samudera Hindia. Total jarak yang ditempuh kapal berusia 60 tahun itu sebanyak 27.006 Nautical Mile. Setelah menempuh 277 hari, kapal dengan misi promosi Wonderful Indonesia itu akhirnya kembali pulang.

Soeparno mengungkapkan bahwa Dewaruci adalah ibu dari para kadet. Hampir semua orang yang pernah jadi kadet pernah ditempa di KRI Dewaruci. Soeparno termasuk salah satunya. "Sampai sekarang saya masih ingat memori indah bersama Dewaruci. Saya dulu pernah berlayar hingga Malaysia, ada teman sampai mabuk laut. Dia nggak mau makan tapi jatah makannya nggak mau dikasihin orang lain," katanya lantas terkekeh.

Mantan Asisten Operasi KSAL itu mengatakan, filosofi Dewaruci sejatinya adalah pencarian jati diri. Dalam pelayaran jarak jauh dengan misi promosi, sejatinya itu adalah ujian bagi para kadet. Mereka ditempa di laut dan samudera luas agar mencapai kebijaksanaan. "Seperti legenda Dewaruci yang mencari air suci. Pada akhirnya, kita menemukan diri kita sendiri, lebih kecil dan lebih bijaksana," katanya.

Dewaruci, kata Soeparno, telah merampungkan misi terakhir keliling dunia. Setelah ini, kapal berbobot 874 ton itu akan purna tugas dari pelayaran jarak jauh. "Tapi, Dewaruci tetap akan dipakai. Mungkin untuk latihan di dalam negeri atau rute-rute jarak pendek," katanya.

Saat ini, kata Soeparno, pihaknya sedang menunggu Dewaruci baru yang akan dibikin di Spanyol. Kapal tersebut bakal dibuat lebih canggih dan lebih besar bertipe Barque.

Daya tampungnya juga lebih besar namun tetap mempertahankan ciri tiga tiang plus tiga layar melintang. Saat ini KRI Dewaruci memiliki tiga tiang namun hanya satu layar melintang. "Pokoknya lebih bagus dan lebih modern dari ini," katanya.

Dewaruci akan sandar di Jakarta selama sekitar dua hari. Setelah itu, kapal akan kembali ke tempat ia memulai pelayarannya di Koarmatim, Surabaya. Perjalanan dari Jakarta via Laut Jawa diperkirakan bakal ditempuh selama tiga hari.

(aga/ttg)