16 Titik Panas Kembali Terpantau

Jumat, 04 Agustus 2017 | 13:14:21 WIB | Dibaca: 2564 Kali

M RIDWAN/JE
TERBAKAR: Kebakaran lahan yang terjadi di Bukit 30, Tebo kemarin (3/8). Foto diambil dari udara.

Kepala BPBD Kabupaten Tanjabtim Jakfar mengatakan, meski telah diupayakan pemadaman titik api oleh tim pemadam darat. Namun karena titik jauh dari jangkauan tim pemadam darat, usaha tersebut dinilai kurang maksimal. Karenanya, pihaknya pun telah meminta bantuan pemadam api melalui udara dengan mengerahkan dua unit helikopter water bombing.

“Tim pemadam darat yang didukung heli water bombing, hingga saat ini masih berusaha memadamkan api di lokasi,” kata Jakfar.

Kurang maksimalnya usaha pemadaman tim darat terang Jakfar, dikarenakan alat pemadam yang dimiliki tidak mampu mencapai titik api. Sehingga kebakaran lahan pun akhirnya kian meluas, bahkan titik api mulai menyebar hingga beberapa titik api.

TERBAKAR: Kebakaran lahan yang terjadi di Bukit 30, Tebo kemarin (3/8). Foto diambil dari udara.

“Mudah-mudahan dengan bantuan heli water bombing, karhutla yang terjadi di Kecamatan Sadu dapat segera dipadamkan,” harapnya.

Hal senada juga dikatakan Kapolsek Sadu AKP M. Thohir, usaha pemadaman telah dilakukan hingga pukul 22.40 WIB Rabu (2/8), atau selama sekitar 4 jam sejak api mulai membesar. Namun karena keterbatasan alat pemadam, dan kondisi fisik pemadam yang mulai lelah akhirnya usaha pemadaman pun dihentikan sementara waktu. “Pemadaman dilanjutkan lagi keesokan harinya (3/8) sekitar pukul 07.00 WIB,” kata Kapolsek.

TERBAKAR: Kebakaran lahan yang terjadi di Bukit 30, Tebo kemarin (3/8). Foto diambil dari udara.

Selain keterbatasan alat damkar, seperti panjang selang yang tidak bisa mencapai titik api. Titik api yang mulai menyebar hingga menjadi beberapa titik api, juga memperngaruhi usaha pemadaman yang dilakukan tim gabungan pemadam darat.