Selamat Jalan dr OZ Indonesia

Sabtu, 05 Agustus 2017 | 10:51:47 WIB | Dibaca: 270 Kali

NET
Dokter OZ Indonesia atau yang dikenal dengan nama Ryan Tamrin telah berpulang kerahmatullah, Jumat (4/8) sekitar pukul 03.30 WIB.

 

PEKANBARU - Dokter OZ Indonesia atau yang dikenal dengan nama Ryan Tamrin telah berpulang kerahmatullah, Jumat (4/8) sekitar pukul 03.30 WIB.

Almarhum yang selalu tampil sebagai pembawa acara disalah satu stasiun Tv Nasional itu meninggal dunia di kota Pekanbaru di rumah abang kandung nya di Jalan Kesadaran gang Kesabaran Kelurahan Tangkerang Labuai Kecamatan Bukit Raya.

Mengenal Almarhum Ryan Thamrin bagi keluarganya adalah sosok pemuda cerdas dan rajin membaca, hal itu dikatakan Doni Afrialdi sepupu kandung almarhum yang juga merupakan Kadispora Provinsi Riau.

"Almarhum adalah orang yang sangat cerdas dan gigih dalam berkarir, untuk biaya pendidikannya dia tidak pernah meminta kepada keluarganya," kata Doni.

Senada dengan yang diungkapkan oleh Hesta Asfirdiansyah Thamrin abang kandung almarhum saat ditemui Riau Pos (Jawa Pos Grup)  di kediamannya, ia bercerita sosok almarhum adalah orang yang sangat peduli dan sayang kepada keluarga terutama kepada ibunya dan keponakannya.

Sebelum berkarir riwayat perjalanan Dr Oz Ryan Thamrin semasa kecilnya menuntut ilmu pengetahuan di SD 006 Tanjung Pinang hingga melanjutkan pendidikan ke jenjang SMP 4 Negeri Tanjung Pinang serta SMA 2 Negeri Tanjung Pinang kepulan Riau.

"Semasa kecilnya almarhum selalu mendapatkan rengking terbaik kadang juara 1 kadang juara 2. Setelah masuk SMA dia selalu juara umum," Ungkap Hesta Asfirdiansyah Thamrin.

Dengan kecerdasan yang dimiliki putra daerah Kepulauan Riau itu, setelah menyelesaikan pendidikan sekolah menengah keatas di kampung halamannya almarhum mendapat beasiswa undangan di pakultas kedokteran UGM.

"Saat kuliah almarhum tidak pernah membebani kami, untuk memenuhi kebutuhan dan pendidikannya sambil kuliah dia selalu ikut lomba seperti replon, majalah koper boy, majalah wanita indonesia, majalah kartini dan itu selalu juara, sementara uangnya selalu ia gunakan untuk keperluan kuliah," kata Hesta Asfirdiansyah Thamrin.

Ia juga mengatakan, selain kuliah almarhum juga berkarir sebagai model. Setelah menyelesaikan S1 di UGM almarhum melanjutkan pendidikan sebagai dokter spesialis kecantikan di kota Bandung.

"4 tahun lalu dia baru saja menyelesaikan studi S2 itu sebagai spesialis kecentikan dan dia juga mendapatkan rengking terbaik," Kata abanya yang dikenal dengan sebutan Ferdi Tamrin itu.

Saat ini sebelum wafatnya almarhum dijelaskannya almarhum berencana melanjutkan jenjang pendidikan mengambil S3 untuk memperdalam ilmu spesialis kecantikan di kota Bandung.

Namun karena maut memisahkan perjalanan karir yang dimulai dari angka Nol itu putus ditengah jalan. Meskipun demikian dengan bekal ilmu yang dituntut almarhum, ia pernah mengabdi di rumah sakit di daerah Cibubur, di Stasiun Trans TV, Stasiun LA Tv Jakarta, seminar-seminar ke luar kota.

"Almarhum adalah sosok paling hebat di keluarga kami, dia paling sayang ponakan, apalagi ibunya karena dulu dia ditinggal almarhum orang tua kami semenjak almarhum saat SMA," kata Ferdi  

Yang sangat tak disangka oleh kelurga besar almarhum, kalau selalu tampil di stasiun Tv Nasional almarhum tidak pernah publikasi bahkan mengatakan kepada orang tuanya.

"Ya, kalau dia tampil diam diam aja. Tidak pernah publikasi dan menelpon saat ada acara," katanya lagi.

 

 

Saat disinggung apakah ada firasat yang dialami keluarga besar almarhum sebelum meninggalnya Dr Oz tersebut,Atik Suhada (57) tante almarhum dan Mia Tamrin ibu kandung almarhum tak pernah memiliki firasat tersebut.

"Tidak ada perubahan, tidak ada pesan padahal dia mau ke jogja bersama para keponakannya kemarin, karena dia bercita-cita mau membelikan rumah untuk tempat para ponakannya yang akan kuliah pada tahun ini," Sambung Atik Suhada.

Yang sangat tak terlupakan bagi keluarga almarhum adalah tidak adanya hitung hitungan pada diri almarhum, begitu juga meskipun sakit almarhum tidak pernah mengeluh.

"Yang tidak bisa kami lupakan, selain dia ganteng dia baik royalitas dengan keluarga, sayang keluarga dan para ponakannya," kata Atik Suhada.

Selain itu ia juga mengatakan bahwa almarhum di kota Pekanbaru semenjak bulan Ramadan lalu, almarhum salama ini menetap di Pekanbaru di daerah Kecamatan Tampan dan Daerah Bukit Raya tempat abang dan kakak kandungnya.

Saat disinggung terkait isu terjatuh di kamar mandi dan adanya kanker dikepala almarhum tersebut kata Atik Suhada itu tidak benar.

 

 

 

"Jangan membuat isu itu semuanya tidak benar. Tapi di media sosial itu yang diterbitkan. Memang almarhum pernah terpleset satu minggu lalu dan itu didekat ibu kami, kalau di kepala alamarhum sebelah belakang memang ada sedikit benjolan, tapi penyakit yang diderita adik kami adalah Mah Akut" katanya lagi.

Sementara itu kata dia untuk mengobati penyakitnya tersebut almarhum selalu berulang ulang ke negeri jiran (Malaysia) karena tidak ada perubahan almarhum kembali ke Indonesia (Pekanbaru) dan berobat ke Rumah Sakit Awal Bross.

Selain di kota Pekanbaru kalau alamarhum suntuk kata Atik Suhada alamarhum selalu berbolak balik ke Jakarta dan kota Batam.

Ia juga mengungkapkan bahwa, Dr Oz adalah anak ketiga dari lima bersauda dimana saudara kandung alamrhum yakni, Hesta Asfirdiansyah Thamrin, Yuli tamrin, Hesta Meiriansyah Thamrin (Dr Os), Ami tamrin, Danang tamrin.

"Almarhum lahir pada bulan 28 Mei 1977, kami merayakan ulang tahunnya pada bulan lalu. Dia wafat di Pekanbaru 4 Agustus 2017, yang selalu menemaninya ibu kami," jelasnya.

 

Bukan hanya itu dikatakan Atik Suhada dan Mia Thamarin, bahwa almarhum pada tahun 2017 ini berencana akan mengakhiri masa lajangnya.

"Namun siapa calon wanita pendamping almarhum, almarhum belum pernah bercerita, kalau yang nanya sudah banyak," ujar Atik.

Almarhum adalah anak pasangan Mia Thamrin yang merupakan warga asal Tanjung Pinang dan bapaknya Husni Thamrin yang merupakan asli daerah Kuangsing.

Pantauan Riau Pos, pada saat jenasah almarhum akan dimakamkan, para teman-teman angkatan SMA almarhum berdatangan dari berbgai daerah.

Intan (39) salah seorang teman SMA almarhum sangat kehilangan atas keprgian Dr Oz Indonesia tersebut. sebab, selain orangnya yang baik almarhum selalu suka bercanda dengan teman-temannya.

"Dia tidak pernah lupa kepada kami, dia orangnya cerdas pada saat masa SMA waktu saya meminjam buku almarhum, cacatannya sangat rapi, saya mengetahui almarhum meninggal dari media sosial," ujarnya.

Bukan hanya itu Ibu Walikota Tanjung Pinang kepulauan Riau satu angkatan dengan mereka juga terkejut dengam kepergian almarhum. "Sebab dia sakit tidak ada yang mengabari itu yang kami sesalkan," ujarnya.

Sementara itu di depan rumah abang kandung Almarhum ucapan kata turut berduka cita banyak yang terpasang, baik itu ucapan dari sahabat SMA almarhum begitu juga dari sahabat almarhum dari daerah DKI Jakarta.

(man)