Mulai Terapkan FDS , Beberapa Sekolah Masih Uji Coba

Senin, 07 Agustus 2017 | 11:41:29 WIB | Dibaca: 645 Kali


JAMBI - Pemerintah Kota Jambi sudah mulai menerapkan full day school (FDS) di sejumlah Sekolah Negeri di Kota. Kini masih tahap persiapan. Ada beberapa sekolah yang masih tahap uji coba melakukan full day school, seperti, SDN 47 Kota Jambi dan SDN 1 Kota Jambi. Dua SD ini sudah sepekan lalu menerapkan aturan itu.

Ansori, Kepala SDN 47 Kota Jambi mengatakan, penerpan full day school di sekolahnya sudah mulai berjalan. Persiapan sudah hampir matang. “Kita baru Sabtu lalu mulai libur. Baru mulai diterapkan satu minggu lalu,” kata Ansori, kemarin (6/8).

Ansori mengungkapkan, untuk menerapkan full day scool ini, pihaknya terlebih dulu melakukan sosialisasi terhadap orang tua murid dan meminta persetujuan.

“Yang wajib 8 jam itu guru. Murid tidak,” katanya.

Kata Ansori, pihak sekolah tidak mewajibkan semua murid untuk tetap berada di sekolah hingga pukul 14.30 WIB. “Ada juga siswa kita yang sekolah madrasah, les renang dan lain sebagainya. Itu tidak masalah, mereka bisa pulang,” sebutnya.

Lanjut Ansori, bagi siswa yang tidak memiliki kegiatan di luar, pihaknya sudah menyipakan beragam kegiatan di sekolah.

 “ Kita di sekolah sudah menyiapkan. Selain pelajaran wajib, ada pengembangan karakter,” imbuhnya.

Ada 4 program untuk pengembangan karakter siswa di SDN 47, yakni, Nasionalis, Religius, Mandiri dan Gotong Royong. “Tidak ada pungutan biaya. Kita punya dana bos untuk membayar honor pembimbingnya. Memang honornya tidak seberapa,” tuturnya.

Dengan SDN 47 yang memiliki 1.256 murid, dirinya mengaku tidak kekurangan kelas. Hanya saja, ada beberapa bangku yang masih rusak. “Pada dasarnya semua cukup. Ada memang beberapa bangku yang rusak. Tapi, itu sudah dianggarkan Diknas, dan tahun ini terealisasi,” jelasnya.

SDN 47 memliki 38 kelas. Masing-masing kelasnnya ada paguyuban. Dari kesepakatan paguyuban inilah ada iuran dari orang tua murid untuk menunjang fasilats pendidikan anak.

“Kalau mereka sudah sepakat, kita juga tidak melarang. Yang jelas Saya tetap pantau, agar mereka memeperhatiakan anak yang kurang mampu. Adil itu tidak mesti sama,” imbuhnya.

“Tidak ada pungutan bagi siswa. Kalaupun ada itu kesepakan bersama paguyuban,” ujarnya.

Sementara itu, Arman, Kepala Dinas Pendidikan Kota Jambi mengatakan, untuk penetapan Full Day School di SDN Kota Jambi masih dipersipakan.

“Yang masih kita siapkan seperti di SDN 47, SDN 1 dan beberapa SDN besar lainnya. Masih rencana,” kata Arman.

Arman mengungkapkan, ada beberapa hal yang harus diperhatikan sekolah untuk menerapkan full day school, diantaranya, kecukupan guru, ruang belajar dan lain sebagainya. “Pelajaran hari Sabtu harus dipindahkan,” imbuhnya.

Kata Arman, yang wajib 8 jam itu adalah guru, untuk murid tetap pulang seperti biasa. “Guru di sekolah sampai sore. Bisa mengoreksi tugas yang sudah dikerjakan murid,” jelasnya.

Arman mengaku, Dinas Pendidikan Kota Jambi sudah mempunyai tim, untuk mengecek kesiapan sekolah dalam menerapkan Full Day School. “Tim kita akan turun dulu,” sebutnya.

Di Kota Jambi ada sebanyak 231 SD. Dari jumlah tersebut ada sebanyak 187 SD Negri dan 44 SD Swasta. “Kalau swasta, Nurul Ilmi sudah nerapkan Full Day School,” pungkasnya.

(hfz)