Menlu RI Temui Suu Kyi Lagi

Senin, 04 September 2017 | 11:23:45 WIB | Dibaca: 414 Kali

REUTERS / MOHAMMAD PONIR HOSSAIN
MENGUNGSI: Sekelompok pengungsi Rohingya berjalan di jalanan berlumpur setelah melewati perbatasan Bangladesh-Myanmar di Teknaf, Bangladesh.

Indonesia Dituntut Tekan Myanmar Akhiri Pelanggaran HAM

JAKARTA – Krisis di Rakhine State Utara, Myanmar, yang berlangsung sejak 25 Agustus lalu membuat Indonesia kembali mengambil langkah. Menteri Luar Negeri Retno Marsudi kemarin (3/9) sore bertolak ke Yangon untuk kembali berdiplomasi mengenai persoalan kemanusiaan di kawasan itu. Rencananya, hari ini Retno akan menemui State Councellor Myanmar Aung San Suu Kyi.

Unjuk Rasa Menuntut Pertanggungjawaban Pemerintahan Mnyanmar atas Muslim Rohingya

Retno menjelaskan, dalam pertemuan tersebut dia akan menyampaikan sikap Pemerintah Indonesia soal krisis kemanusiaan tersebut. ‘‘Kami akan menyampaikan concern kami, itu pasti, tetapi kita juga akan bahas apa yang pemerintah Myanmar dapat lakukan. Pertanggungjawaban ada di pemerintahan Myanmar, tetapi ada bagian di mana kami dapat membantu, masyarakat internasional dapat membantu,’‘ tutur Retno.

Retno menuturkan, berdasarkan observasinya, dirinya adalah Menlu pertama yang masuk ke Myanmar dan akan melakukan pertemuan dengan otoritas Myanmar. ‘‘Harapannya, pertemuan ini dapat berjalan dengan lancar. Sekali lagi, situasi sangat dinamis. Semoga tak ada perubahan. Kalau pertemuan dapat dilakukan, Indonesia menjadi negara pertama yang dapat melakukan pertemuan dengan otoritas di Myanmar,’‘ ungkap Retno.

Warga Rohingya saat Mengungsi Menghindari Militer Mnyanmar

Selain bertemu dengan Suu Kyi, Diplomat 54 tahun itu juga rencananya akan bertemu dengan Commander in Chief of Defense Services Senior General U Min Aung Hlaing, Menteri pada kantor Presiden U Kyaw Tint Swe, dan Nasional Security Advisor U Thaung Tun.