Targetkan 77,5 % Partisipasi Pemilih, Pilkada Kerinci 2018

Senin, 04 September 2017 | 11:46:08 WIB | Dibaca: 552 Kali


JAMBI - Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kerinci sudah memasang target partisipasi pemilih pada pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2018 mendatang. Kali ini, lembaga penyelenggara pemilu Kerinci menargetkan partisipasi pemilih sebanyak 77,5 persen.

          Hal ini disampaikan Ketua KPUD Kerinci,  Afdhal Pebriyanto dikonfirmasi usai sosialisasi tahapan Pilkada bersama  Pemerintah Daerah belum lama ini. "Target kita angka partisipasi pemilih adalah 77,5 Persen, semoga bisa tercapai,"  ujarnya.

Afdal mengatakan, jika pihaknya mengupayakan seluruh masyarakat bisa menggunakan hak pilihnya pada Pilkada serentak jilid III. Maka langkah awal untuk mencapai target itu yakni melakukan bergerak cepat termasuk sosialisasi terkait tahapan Pilkada.

“Tahapan pertama pelaksanaan sosialisasi Pilkada kerinci sangat perlu dilaksanakan, hal ini dalam upaya meningkatkan partisipasi pemilih pada pilkada Kabupaten Kerinci,” sebutnya.

Sosialisasi ini dilakukanuntuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat sekaligus mengajakagar  bisa ikut menyalurkan suarannya di Pilkada. "Masyarakat Kerinci sudah menjadi pemilih cerdas, komitmen kita menyelenggarakan pemilu sukses dan damai," terangnya.

Jika berkaca pada hasil pemilu terakhir yakni Pemilihan Gubernur dan Waki Gubernur Jambi 2015 lalu, partisipasi pemilih di Kabupaten kerinci belum memenuhi target. Angka itu berada pada 55,59 persen, jauh dibawah terget KPU RI yang juga memasang 77,5 persen.

Hanya saja beberapa daerah yang mendekati terget KPU RI yakni Sungai penuh 76,69  persen, Tanjabtim 75,95 persen, Batanghari 75,85 persen dan Tanjabbar 70,02 persen. Hanya saja dari empat daerah ini, hanya Kota Sungai Penuh yang tidak menggelar Pilkada.

Sementara itu, Bupati Kerinci Adi Rozal yang hadir dalam sosialisasi tahapan meminta kepada seluruh pihak untuk bisa berpartisipasi aktif dalam mewujudkan Pilkada yang aman dan damai. Begitu juga partisipasi meningkatkan partisipasi pemilih.

"Demokrasi merupakan kebebasan, Pilkada kerinci dikatakan pesta demokrasi agar kita bergembira dan memberi rasa damai dalam pelaksanaannya," sebutnya.

Ia mengharapkan agar pelaksanaan Pilkada Kerinci tidak seperti tahun sebelumnya. Seperti tahun 2008 lalu yang mengakibatkan rumah empat jenis Kerinci terbakar. Begitupula pilkada tahun 2013, pembakaran kantor Camat Kayu Aro dan beberapa hal lainnya.

 “Kita berharap sejarah ini tidak terulang, mari kita ciptakan pilkada yang damai,” pungkasnya.

(aiz)