Petani Masih Melintas, Dishub Siapkan Mobil

Kamis, 07 September 2017 | 10:13:47 WIB | Dibaca: 335 Kali

GUSNADI/JAMBIEKSPRES
MENUNGGU: Terlihat para petani yang melihat penerbangan wings Air, sambil menunggu keberangkatan agar mereka bisa melintas.

KERINCI - Jalan Usaha Tani menuju ke pesawahan di ujung Bandara Depati Parbo Kerinci, hingga saat ini belum jelas kapan akan dibangun Pemkab Kerinci. Pasalnya, hingga saat ini petani dari empat desa yakni Desa Hiang, Cupak, Ambai, Kecamatan Sitinjau Laut dan petani Desa Tanjung Tanah masih melintasi landasan bandara.

Tentunya, kondisi tersebut akan beresiko tinggi bagi petani untuk melintasi landasan Bandara, apalagi telah beroperasinya Maskapai Pesawat Wings Air yang berkapasitas lebih besar. Namun para petani dari Empat desa tersebut terpaksa melintas, pasalnya tidak ada jalan lain. Karena, jalan yang dijanjikan Pemerintah kabupaten Kerinci hingga saat ini tidak kunjung dibangun. 

Kamri, petani Desa Cupak, mengatakan dirinya dengan petani lain untuk pergi kesawah selalu melintasi landasan pasawat di Bandara Depati Parbo,  sebab tidak ada jalan lain terkecuali jalan di dalam landasan Bandara. "Kami sudah lamo nempuh (lewat, red) Bandara saat pergi kesawah,  kalau nempuh dari cupak itu tidak bisa karno sawahnyo dalam-dalam galo disini," ungkapnya.

Ditanya apakah ada Dana Desa membangun jalan usaha Tani? Katanya sampai saat ini belum ada dibangun. "Tidak jalan usaha tani bae yang dipikir kepala desa, kan agi banyak jugo jalan yang lain dibangun kepala desa," katanya. 

Dirinya berharap, kepada Pemkab Kerinci untuk dapat membangun jalan usaha tani untuk para petani di kawasan bandara Depati Parbo, agar mereka tidak lagi melintasi landasan bandara. "Kalau tanah mau kami hibahkan, tapi dak ado uhang mau membangun, kalau yang miliki sawah disini Cupak, Ambai, Tanjung Tanah dan Hiang," ujarnya.

Sementara Bupati Kerinci, H Adirozal, mengatakan, untuk jalan usaha tani pihaknya sudah menyampaikan kepada Camat untuk berkoordinasi dengan Kepala Desa terkait dengan pembebasan lahan atau tanah untuk dibangunkan jalan usaha Tani. "Kalau masyarakat siap membebaskan lahannya, mudah-mudahan bisa dianggarkan di APBD-P ini, bisa dianggarkan," katanya. 

Namun, jika sulit dianggarkan di APBD Perubahan ini, lanjutnya pihaknya akan menggunakan anggaran tanggap darurat untuk membangunnya. Karena jalan usaha tani tersebut bisa masuk jalan Kerinci, sebab menghubungkan antar Desa. "Kalau di dewan nantinya ada pos yang sulit dialihkan anggaran untuk jalan usaha tani,  kita akan menggunakan dana tanggap darurat untuk membangunnya," jelasnya.

(adi)