Jangan Berkeliaran di Jam Sekaloh, Pol PP Tebo Gelar Bulan Tertip Pelajar

Senin, 11 September 2017 | 10:53:44 WIB | Dibaca: 270 Kali

MUNASDI/JE
DIAMANKAN : Para pelajar terjaringan razia dan diberikan pengarahan oleh anggota Satpol PP Tebo belum lama ini.

MUARATEBO – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Tebo terus melakukan kegiatan penertiban terhadap pelajar yang berkeliaran pada jam sekolah. Kegiatan ini direncankan digelar sepanjang bulan September kedepan.

Kasat Pol PP Tebo, Taufik Khaldy mengatakan kegiatan ini dilakukan untuk mengatasi banyaknya keluhan dari masayrakat akan pelajar yang sering bolos dan berkeliaran pada jam belajar. “Kegiatan ini kita rencankan digelar selama satu bulan penuh untuk mengtasi palajar-pelajar yang membolos pada jam belajar,” ujarnya.

Taufik menyebutkan, tidak hanya pelajar, anggotanya juga akan melakukan razia ditempat yang diduga dijadikan lokasi pekat. Lagkah ini diambil setelah menerima banyak keluhan masayrakat.

“Selain pelajar yang membolos, kita juga melakukan penyisirin di lokasi-lokasi yang sering dijadikan tempat pekat,”  katanya.

Dalam dua pekan ini, kata Taufik, kegiatan pihaknya membuahkan hasil. Dimana anggota Satpol PP Tebo telah mengamankan 24 siswa, terdiri dari SMA, SMP hingga santri disalah satu pesantren di Kabupaten Tebo. Selain itu juga mengamnakan 5 pasang muda-mudi dilokasi sepi seperti GOR, terminal dan belakang pasar Muaro Tebo.

“Alhamdulillah, selam dua minggu ini kita telah berhasil mengamnkan 24 pelajar dan 5 pasang muda-mudi” ungkapnya.

Taufik menjelaskan, setelah kegiatan dilakukan di Muaro tebo, Satpol PP Tebo akan bergerak ke Kecamatan. Langkah ini sesuai dengan permintaan masayrakat setelah melihat bukti dari kerja yang dilakukan.

“Alhamdulillah juga, kegiatan ini banyak mendapat dukungan dari masayrakat. Selesai di Muaro Tebo kita berencana akan melakukan di wilayah kecamatan,” jelasnya.

Lalu sanksi apa yang diberikan? Untuk pelajar yang diamankan karena bolos akan diberikan surat peringatan dan memanggil orang tua dan pihak sekolah. “Kita akan berikan surat peringatan dan memanggil orang tua dan pihak sekolah, agar mereka tidak mengulanginya lagi,” sebutnya.

Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Kabupaten Tebo, Zaharuddin mendukung kegiatan penertiban pelajar yang dilakukan oleh Satpol PP. Kedepan LAM juga akan ikut berpartipasi dalam beberapa titik kegiatan.

“Kita mendukung penuh adanya kegaitan penertiban pelajar ini. Kita juga akan berkoordinasi baik dengan pihak Satpol PP maupun dengan pihak sekolah untuk melakukan pembinaan terhadap anak-anak sekolah yang suka membolos” sebutnya.

Ia mengungkapkan bahwa selama ini banyak keluhan dari orang tua. “Masalah ini telah lama dikeluhkan orang tua, anaknya mengaku berangkat sekolah, tapi ternyata tidak sampai ke sekolah. Kita berharap kejaian tersebut bisa teratasi dengan kegiatan yang dilakukan Satpol PP ini,” pungkasnya.

(bjg)