38.325 Benih Lobster Dilepaskan di Jabar, Hendak Diselundupkan Melalui Jambi

Senin, 23 Oktober 2017 | 10:12:47 WIB | Dibaca: 127 Kali

M RIDWAN
PENYELUNDUPAN: Tiga tersangka penyelundupan Baby Lobster saat diamankan di Kantor SKIP Kelas I Jambi, Sabtu lalu. (Inzert) pelepasan benih Lobster di Pantai Pangandaran Barat, Minggu (22/10) dini hari.

 

JAMBI - 38.325 benih Lobster yang hendak diselundupkan melalui Jambi, dilepaskan. Pelepasan ribuan Baby Lobster ini dilakukan di Pantai Barat Pangandaran, Jawa Barat, Minggu (22/10) sekitar pukul 03.30 WIB.

Kabid Humas Polda Jambi, AKBP Kuswahyudi Tresnadi, membenarkan pelepasan Baby Lobster ini. Kata Dia, pelepasan disaksikan dan dilakukan langsung oleh anggota Ditpolair Polda Jambi dengan instansi terkait.

“Pelepasan ini untuk melestarikan Lobster di laut Indonesia,” ujar AKBP Kuswahyudi Tresnadi, kepada wartawan, kemarin.

Kata Dia, petugas dari Ditpolari Polda Jambi bersama dengan personel Karantina Jambi berangkat ke Jakarta, Santu (21/10) sekitar pukul 16.00 WIB melalui Bandara Sultan Thaha Jambi.

Selanjutnya dibawa ke Kantor Balai Besar Karantina Ikan,Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Jakarta dan menuju Pantai Barat Pangandaran.

“Dilepaskan dengan sarana perahu nelayan,” jelasnya.

Penangkapan baby Lobster ini dilakukan di Simpang Tiga Kotabaru, Kota Jambi, Sabtu (21/10) sekitar pukul 00.15 WIB. Tiga tersangka diamankan. Mereka yakni M Mansur (46) warga Jakarta Timur dan dua warga Jakarta Utara, Aripudin (50) dan Muamar Kadapit (28).

Barang bukti ini diselundupkan melalui Merak menuju Jambi menggunakan mobil Toyota Avanza B 1086 UIQ dan Toyota Agya B 2417 SKE. Barang bukti dikemas dalam Stirofoam sebanyak 9 box. Di dalamnya terdapat 187 kantong plastik yang berisi 38.325 Baby Lobster.

Para pelaku sendiri membawa dua jenis Baby Lobster. Rinciannya, Baby Lobster Pasir 133 kantong sebanyak 32.166 ekor dan Baby Lobster Mutiara 54 kantong sebanyak 6.159 ekor. Perekor Baby Lobster ini dijual seharga Rp150 ribu. Total potensi kerugian negara lebih dari Rp5,7 miliar.

Atas perbuatannya, para tersangka Pasal 88 Jo pasal 16 (1) Undang-undang RI Nomor 45 tahun 2009 perubahan Undang-undang RI Nomor 31 tahun 2004 tentang perikanan. Ancaman 6 tahun penjara dan denda Rp1,5 Miliar.

(pds)