Di Batanghari, 64 Desa Rawan Longsor

Senin, 23 Oktober 2017 | 10:24:56 WIB | Dibaca: 190 Kali


BATANGHARI - Puluhan warga yang bermukim disepanjang pinggiran atau bibir sungai Batanghari harus lebih waspada, Pasalnya Setiap saat bisa saja rumah mereka hanyut karena tebing di sepanjang bantaran Sungai Batanghari, tempat mereka bermukim rawan longsor akibat turun naik ketinggian air sungai yang mengalami fluktuasi dalam sepekan terakhir.

Peringatan ini disampaikan Kasi Penanggulangan Bencana dan Kesiapsiagaan BPBD Batanghari, Samral Lubis, Menurut dia, turun naiknya ketinggian air sungai Batanghari disebabkan oleh intensitas curah hujan yang terjadi di Kabupaten Batanghari dan hulu DAS  itu yang tidak menentu.

"Sekarang ini ketinggian air Sungai Batanghari itu sulit diprediksi. Senin kemarin air sungai naik 100 centimeter. Namun keesokan harinya kembali turun 80 centimeter. Selang dua hari ketinggian air naik lagi 4 centimeter," ungkapnya. 

Menurut Samral, turun naiknya ketinggian air sungai tersebut berpotensi menyebabkan longsor di sepanjang bantaran sungai terpanjang di Sumatera tersebut. Kondisi ini diperparah lagi oleh struktur tanah di sepanjang bantaran sungai yang berpasir. Sehingga bila panas, tanah akan mengalami retak-retak dan jika terjadi hujan, tanah akan terkikis.

Apabila tidak segera diatasi, lama kelamaan tebing sungai akan mengalami terbis akibat dihantam aliran sungai yang tidak menentu.  Selain itu aktifitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang cukup tinggi di sepanjang aliran sungai juga berpotensi menyebabkan bantaran sungai mengalami longsor.

"Yang Kita khawatirkan itu rumah warga di 64 desa yang berada di bantaran sungai Batanghari akan hanyut terbawa arus sungai. Soalnya beberapa waktu yang lalu sudah ada kejadian, di kelurahan Teratai salah satu rumah warga hanyut terbawa arus sungai akibat longsor," terangnya.

Meski ketinggian air sungai tersebut saat ini tidak berpotensi menyebabkan bencana banjir, menurut Samral, BPBD Kabupaten Batanghari tetap menghimbau masyarakat agar lebih waspada.  "Karena ketinggian air Sungai Batanghari tersebut juga dipengaruhi oleh air kiriman dari hulu sungai," pungkasnya.

(rza)