Rawan DBD, Dinkes Sungai Penuh Fogging 8 Desa

Senin, 23 Oktober 2017 | 10:26:27 WIB | Dibaca: 488 Kali

GUSNADI/JAMBIEKSPRES
FOGGING: Petugas dari Dinkes Sungaipenuh saat melakukan fogging.

SUNGAI PENUH - Dinas Kesehatan Kota Sungai Penuh, melakukan pengasapan (fogging) terhadap lingkungan warga di beberapa Desa untuk mengantisipasi berkembangnya penyakit demam berdarah dengue (DBD) dibeberapa titik Kota Sungai Penuh.

‘’Pekan ini, fogging dilakukan di 8 Desa, di Dua Kecamatan dalam Kota Sungai Penuh, yang dianggap daerah rawan DBD. ntensitas hujan yang masih tinggi sekarang ini, rawan terhadap munculnya penyakit (DBD). Karena itu kita melakukan fogging terhadap rumah-rumah warga di 8 Desa Kecamatan Kumun Debai dan Kecamatan Tanah Kampung, agar penyakit tersebut tidak berkembang,” ujar Kadis Kesehatan Kota Sungai Penuh, Edy Zulyadi.

Ia menjelaskan, dimusim penghujan sekarang ini akan menyebabkan risiko adanya peningkatan kasus penyakit DBD, karena banyak genangan air bersih yang merupakan tempat perindukan nyamuk aedes aegypti, vektor pembawa virus dengue.

Diakui Edy Zulyadi, kasus DBD di Kota Sungai Penuh setiap tahun terus terjadi. Karena itu, masyarakat diminta untuk mewaspadai penyakit DBD tersebut. DBD adalah penyakit demam akut yang disebabkan oleh virus dengue, yang menular dan masuk ke peredaran darah manusia melalui gigitan nyamuk aedes aegypti atau aedes albopictus, vektor yang paling banyak ditemukan sebagai penyebab penyakit tersebut.

“Nyamuk dapat membawa virus dongue, setelah menghisap darah orang yang telah terinfeksi virus tersebut. Sesudah masa inkubasi virus di dalam nyamuk selama 8-10 hari, nyamuk yang terinfeksi dapat mentransmisikan virus dengue tersebut ke manusia sehat yang digigitnya,” jelasnya.

Nyamuk betina, akunya,  juga dapat menyebarkan virus dengue yang dibawanya ke keturunannya melalui telur (transovarial). Penyebab utama penyakit demam berdarah adalah virus dengue, yang merupakan virus dari genus flavivirus famili flaviviridae.

Ditambahkannya, gejala demam berdarah baru muncul saat seseorang yang pernah terinfeksi oleh salah satu dari empat jenis virus dengue mengalami infeksi oleh jenis virus dengue yang berbeda. Sistem imun (kekebalan) yang sudah terbentuk di dalam tubuh, setelah infeksi pertama justru akan mengakibatkan kemunculan gejala penyakit yang lebih parah saat terinfeksi untuk kedua kalinya.  "Seseorang dapat terinfeksi oleh sedikitnya dua jenis virus dengue selama masa hidup, namun jenis virus yang sama hanya dapat menginfeksi satu kali akibat adanya sistem imun tubuh yang terbentuk," ungkapnya.

Untuk itu, Dinas Kesehatan Kota Sugai Penuh menyarankan warga untuk melakukan Pemberantas Sarang Nyamuk (PSN) dengan pola 3 M plus, Menutup tong bekas, Menguras bak mandi, Mengubur kaleng maupun ban bekas, dan memantau semua wadah air yang dapat menjadi tempat nyamuk. “Cara paling efektif memutus siklus nyamuk aedes aegypti itu, adalah dengan gerakan 3M plus. Kalau fogging atau pengasapan hanya bertahan selama dua hari, dan hanya membunuh nyamuk dewasa,” ujarnya.

Sedangkan melalui gerakan 3M plus, efektif memutus siklus perkembangbiakan jentik nyamuk yang mematikan itu. Pihaknya tidak selalu memenuhi permintaan masyarakat untuk melakukan fogging, kecuali di wilayah bersangkutan ada kasus warga yang positif menderita demam berdarah.

(adi)