Tarik Dari Peredaran, Viostin DS dan Enzyplex tablet mengandung DNA Babi

Jumat, 02 Februari 2018 - 15:06:40 - Dibaca: 1989 kali

Google Plus Stumbleupon


Jambi Ekspres Online / Jambi Ekspres Online

JAMBI – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Provinsi Jambi telah mendatangi 4 distributor yang menyalurkan produk suplemen makanan Viostin DS dan Enzyplex tablet di Kota Jambi.

BPOM memberikan waktu kepada distributor untuk menarik dua jenis obat tersebut dari seluruh outlet dan apotek di Provinsi Jambi. Waktu yang diberikan hingga senin mendatang (5/1).

Ujang Suprayitna, Kepala BPOM Jambi ketika ditemui diruang kerjanya kamis (1/2) mengatakan, distributor obat Viostin DS dan Enzyplex tersebut sudah mulai melakukan penarikan sejak beberapa waktu lalu. Ini dilakukan setelah ada rilis dari BPOM RI yang menyatakan kedua obat tersebut mengandung DNA Babi. 

“Ada empat distributor yang mendistribusikan kedua obat itu. Dua sudah selesai menarik habis. Sementara yang dua lagi, masih melakukan penarikan. Mereka janjikan Senin depan selesai,” katanya.  

Ujang mengatakan, dua distributor yang sudah selesai menarik Viostin dan Enzyplex tersebut adalah PT Asia Parma dan PT Nareko. Sementara dua lagi yang belum selesai adalah PT Nutrindo Jaya Abadi dan PT Parit Padang.

“Keempat distributor ini yang ada produk Viostin dan Enzyplex. Yang lain tidak punya. Keempat outlet ini lokasinya di Kota Jambi,” katanya. 

Ujang mengatakan, pihak distributor bertanggung jawab atas obat yang sudah diedarkan ke outlet-outlet. Ketika terjadi masalah, distributor juga bertanggung jawab untuk menariknya kembali. 

“Akan ada ganti rugi dari obat yang ditarik. Berapa uang yang dikeluarkan untuk membeli obat itu, akan diganti,” ujarnya.

Keempat distributor ini dijadwalkan selesai melakukan penarikan Senin mendatang. Nantinya BPOM Jambi akan mengecek kembali ke lapangan untuk memastikan penarikan. Setelah penarikan selesai dilakukan distributor, pihak BPOM akan turun ke apotek-apotek atau outlet untuk mengecek kebali.

“Kami juga infokan ke Ikatan Apoteker Indonesia (IAI), kalau ad outletnya menjual dua obat ini, segera kontak distributor. Kalau masyarakat menemukan obat tersebut di apotik, segera kontak kami,” pungkasnya.

(nur)