3 Bandara di Jambi Sudah Terkoneksi, Lion Air Jadi Maskapai Penghubung

Kamis, 08 Februari 2018 - 13:08:22 - Dibaca: 1793 kali

Google Plus Stumbleupon


Bandara Sultan Thaha Jambi
Bandara Sultan Thaha Jambi [NET]

JAMBI - Awal 2018 menjadi  bukti Lion Air konsen menghubungkan Bandara Sultan Thaha Jambi dengan 2 bandara perintis di Provinsi Jambi yakni Bandara Depati Parbo dan Bandara Muaro Bungo.

Dengan dibukanya rute penerbangan Jambi-Muaro Bungo sejak 7 Februari kemarin, maskapai berlogo singa ini  menggunakan  maskapai Wings Air sebagai anak perusahannya untuk mengkoneksikan ketiga bandara tersebut.

Capt. Redi Irawan, Direktur Operasional Lion Air mengatakan,  pada tahun ini Lion Air melalui maskapai Wings Air sudah selesai menggarap rute penerbangan yang menghubungkan bandara perintis di Kerinci dan Muaro Bungo dengan Bandara Sultan Thaha Jambi. Namun, koneksi penerbangan  Lion Air di Jambi akan terus berlanjut, dikatakannya tidak menutup kemungkinan jika pihaknya membuka rute Muaro Bungo- Jakarta.

“Kalau landasan bisa, pasti kita tambah rutenya,  tapi karena pesawat yang  kita  gunakan membutuhkan landasan lebih panjang.  Kebetulan Airbus dan Boeing 737/800 membutuhkan runway sedikit lebih panjang dari runway yang ada di Bandara Muaro Bungo ini sekarang,” katanya.

Sementara itu, untuk Kerinci, ia mengatakan, untuk penambahan rute dari Bandara Depati Parbo Kerinci membutuhkan  perhatian, fasilitas bandara saat ini belum maksimal sehingga Lion belum memutuskan untuk membuka koneksi ke luar Jambi.

“Kalau yang Bungo ini pak Bupati minta rute Muaro Bungo- Padang, ini akan kita ajukan tapi dengan syarat kalau  runway dansemua fasilitas lainnya dikembangkan, artinya bukan ATR lagi yang kita pakai  tapi pesawat yang lebih besar,” tegas Capt. Redi.

Terkait dengan penerbangan ke Kerinci, ia menegaskan sejak dibukanya rute penerbangan ke Kerinci animo masyarakat sangat besar. Tiap hari, tingkat keterisian pesawat  mencapai 80 persen lebih.

Sementara itu, mengenai rute terbarunya kini, Wings resmi membuka jalur penerbangan Jambi - Muaro Bungo -Kerinci. Sebelumnya,  Pada 2017 lalu Wings Air sudah membukan rute penerbangan  Jambi-Kerinci dengan menggunakan pesawat ATR. Untuk rute Jambi -Bungo inipun dikatakan Mardanus,  Manager Lion Air Jambi, pesawat yang digunakan yakni ATR berkapasitas  72 kursi .

"Transitnya di Bandara Muaro Bungo,  ini dibuka penerbangannya tiap hari, "kata Mardanus.

Adapaun harga tiket yang disebutkan oleh Mardanus beberapa waktu lalu yakni, harga tiket untuk Jambi - Bungo dimulai Rp 360 ribu,  Bungo -Kerinci Rp 170, Kerinci- Bungo Rp 190 ribu dan Muaro Bungo - Jambi Rp 280 ribu. Untuk jadwal penerbangan, Mardanus menyebutkan penerbangan dibuka tiap hari,  dengan waktu 8.50 Wib penerbangan Jambi - Muaro Bungo,  9.55 WIB Muaro Bungo - Kerinci,  Jam 11.00 Wib penerbangan  Kerinci - Muaro Bungo dan jam 12.05 Wib penerbangan Muaro Bungo - Jambi. Dengan dibuka rute Jambi - Miaro Bungo ini akan mempercepat akses ke Muaro Bungo yang bisa ditempuh dengan perjalanan 5-6 Jam,  kini bisa ditempuh hanya dengan  30 menit.

"Sekarang bisa 30 menit.  Jauh lebih cepat," katanya.

Begitupula untuk penerbangan ke Kerinci, Mardanus mengatakan tingkat keterisian diatas 85 persen hingga 100 persen.

Wakil Gubernur Jambi, H Fachrori Umar  dalam sambutannya yang dibacakan oleh Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jambi Varial Adhi Putra mengatakan, sebagai pusat kegiatan wilayah, terutama kegiatan perdagangabn  dan jasa wilayah Barat, kabupaten Bungo diharapkan  tidka hanya melayani wilayah kabupaten Bungo saja, namun juga bersifat regional lintas kabupaten mencakup merangin, tebo hingga kabupaten Dhamasraya Sumatera Barat.

Dengan fungsi  peran tersebut, kabupaten Bungo  harus didukung  ketersediaan  sarana prasarana yang layak dan memadai, termasuk yang berkaitan  dengan kemudahan aksesibilitas transportasi seperti bandara  dengan rute penerbangan yang pasti dan terjadwal.

“Saya melihat animo masyarakat  Kabupaten Bungo dna Sekitarnya dalam memanfaatkan pesawat cukup tinggi. Rata-rata hjumlah penumpang diatas 80 persen setiap keberangkatan. Disamping itu muncul pula permintaan dari masyarakat agar  rute penerbangan dari  dan menuju bandara bungo ditambah,” kata Varial.

“Kita bersyukur ini langsung disambut baik oleh Wings Air. Tentu saja pembukaan rute tersebut sudah atas pertimbangan yang matang , dan kami yakin jumlah penumpang pada kedua rute tersebut akan sesuai dengan prediksi,” tambahnya.

Dengan dibukanya rute ini, Pemerintah meyakini Kabupaten  Bungo  akan lebih berkembang dimasa yang akan datang, juga memberikan dampak positif bagi kabupaten tetangga.

Pembukaan rute baru ini akan mendorong makin pesatnya  pertumbuhan investasi di Kabupaten Bungo dan sekitarnya, khususnya investasi yang berkaitan dengan  optimalisasi  potensi sumber daya alam. Begitupula dengan potensi pariwisata yang akan lebih menggeliat.

Pemerintah Bungo agar dapat mengantisipasi perkembangan dan dinamika yang terjadi sebagai dampak  dibukanya rute penerbangan  baru ini, misalnya dengan meningkatkan  promosi investasi daerah, penyediaan sarana prasarana dan infrastruktur dasar, kemudahan investasi, pengembangan  potensi wisata alam, buatan,  dan budaya, hingga menjaga kondusifitas daerah.

Bupati Bungo,H Mashuri mengatakan,  pihaknya mendorong  percepatan pengembangan Bandara Muaro Bungo.  “Tahun 2018  menurut informasi ada pemotongan tebing dan penambahan apron. Kita 2019 berharap runway ditambah,” kata Mashuri.

(yni/ptm)