Oleh : Syahruddin,S.Ag

OPINI: Pemilu 2019 dan Tantangan Berat Penyelenggara Pemilu

Senin, 05 Maret 2018 - 10:19:10 - Dibaca: 14853 kali

Google Plus Stumbleupon


Syahruddin, S.Ag
Syahruddin, S.Ag [IST]

Penyelenggara pemilu dituntut untuk mampu bekerja secara profesional dikarenakan Pertama, Pemilu 2019 sangat berbeda dengan penyelenggaraan pesta demokrasi pada era-era sebelumnya. Tantangan pemilu 2019 nanti sangat berat, terutama pada pelaksanaanya yang dilakukan secara serentak antara pemilu legislatif dan pemilu eksekutif (pilpres).

                Pemilu legislatif yang digabung dengan pilpres ini baru pertama kali dilakukan pada 2019. Dua agenda pemilu yang dilaksanakan secara bersamaan ini tentu memiliki permasalahan yang lebih rumit dibanding pemilu sebelumnya. 

Kita memang pernah sukses melaksanakan pilpres secara langsung, pemilu legislatif secara langsung, hingga pilkada serentak. Namun, ketiganya dilakukan secara terpisah dan rentang waktu yang berbeda. Belum ada pengalaman gabungan dua pemilu inilah yang menjadi tantangan tersendiri bagi penyelenggara pemilu.

Kedua, waktu yang tersedia untuk mempersiapkan agenda pemilu secara serentak ini sudah didepan mata sekitar satu tahun lagi. Waktu yang tinggal sekitar satu tahun lagi bukanlah waktu yang lama untuk mempersiapkan agenda besar tersebut.

Gambaran di atas menjadi tantangan berat para penyelenggara pemilu bisa menjalankan amanah besar ini secara baik. Namun, dengan tekad dan niat baik serta sinergi yang kuat seluruh kalangan, bukan hal yang mustahil penyelenggaraan pesta demokrasi ini bisa benar-benar berjalan sesuai dambaan kita semua. Yaitu, pemilu yang jujur dan adil (jurdil) dan demokratis.

            Intinya, sukses dan tidak penyelenggaraan Pemilu 2019 sangat bergantung pada kerja keras, sinergitas, serta integritas para penyelenggaranya. Di sinilah para penyelenggara pemilu juga sangat dituntut netral, independen, dan menolak segala bentuk intervensi yang bisa merusak citra Indonesia sebagai negara demokratis di forum internasional.