Sepekan, 3 Warga Dijambret di Sungaipenuh

Selasa, 06 Maret 2018 - 10:06:36 - Dibaca: 949 kali

Google Plus Stumbleupon


CURAT: Korban jambret yang merupakan warga Desa Permanti.
CURAT: Korban jambret yang merupakan warga Desa Permanti. [Gusnadi / JE]

SUNGAIPENUH – Aksi jambret di Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh, mulai marak. Bahkan, dalam sepekan, ada tiga kali kejadian. Kondisi ini membuat masyarakat menjadi resah.

Kejadian pertama dialami Saflenar (45). Warga Desa Penawar, Kecamatan Sitinjau Laut, dijambret  pada Kamis (1/3) lalu. Waktu itu, korban kehilangan uang Rp3 juta diambil paksa pelaku. Pelaku beraksi saat korban tengah dalam perjalanan menuju Pasar Tradisional Hiang.

"Pada saat kejadian, Saya ingin ke Pasar Hiang, pas di jalan perbatasan Desa Penawar dengan Hiang, tiba-tiba ada dua orang mencegat dan menarik tas Saya, uang Saya sebanyak Rp 3 juta dibawanya," ungkapnya.

Bukan hanya itu saja, aksi jambret juga terjadi di Kota Sungai Penuh, pada Sabtu Sore (3/3) sekitar pukul 20.50 WIB, Rita (20) bersama ibunya  Ilah (60) menjadi korban aksi Jambret.

Warga Desa Permanti, Kecamatan Pondok Tinggi, ini mengaku menjadi korban jambret yang dilakukan oleh dua orang pelaku dengan mengendarai motor Vixion berwarna putih.

Pelaku menarik paksa tas yang disandang ibunya Ilah dengan isi satu unit HP, uang tunai senilai Rp 2juta. Tidak hanya kehilangan harta, korban penjambretan mengalami cidera baik rita maupun ibunya, dimana korban mengalami cidera tulang rusuk kiri, dikarenakan terjatuh dan terbentur stang motornya.

"Saya sempat tidak sadarkan diri, tulang rusuk saya terasa sakit. Karena motor kami jatuh, kita juga sudah laporkan kejadian ini ke Kapolsek Sungai Penuh," sebut Rita.

Hari berikutnya, pelaku kembali beraksi. Kali ini menimpa Puput (16) warga Desa Penawar, sekitar pukul 11.00 WIB. Menurut pengakuan Puput, Dia memang diikuti oleh pelaku saat mengendarai sepeda motornya ke Penawar.

"Seorang pelaku memakai motor Vixion warna putih, menarik kunci motor dan kami saling rebutan. Alhamdulillah, Saya berhasil menendangnya. Pelaku melarikan diri dan dikejar warga," terangnya.

Saat ini, aksi komplotan jambret ini mulai meresahkan masyarakat baik Kabupaten Kerinci maupun Kota Sungai Penuh. Masyarakat kini mulai ragu bepergian, apalagi membawa uang.

"Kalau begini ceritanya kita menjadi ragu keluar rumah bawa uang, takut jadi korban. Kami berharap pelaku bisa ditangkap, agar tidak meresahkan masyarakat lagi, terutama kaum ibu," terang Rani salah seorang warga Kerinci.

Sementara itu Kapolsek Sungai Penuh, Iptu Yudistira, dikonfirmasi mengatakan bahwa pihaknya telah menerina laporan adanya aksi jambret di Kota Sungai Penuh, pada Sabtu Sore (3/3) sekitar pukul 20.50 WIB, di Desa Permanti, Kecamatan Pondok Tinggi.

"Benar, laporan sudah masuk, saat ini masih dalam penyelidikan," singkatnya.

(adi)