Korban Kecelakaan yang Butuh Biaya Rumah Sakit

Siti Rafidah Jadi Korban Tabrak Lari, Juga Ditinggal Suami

Kamis, 08 Maret 2018 - 11:05:12 - Dibaca: 479 kali

Google Plus Stumbleupon


BUTUH BIAYA: Siti Rafidah bersama anaknya di Rumah
Sakit Erni Medika yang berada di Kelurahan Talang Bakung,
Kecamatan Jambi Selatan.
BUTUH BIAYA: Siti Rafidah bersama anaknya di Rumah Sakit Erni Medika yang berada di Kelurahan Talang Bakung, Kecamatan Jambi Selatan. [Yosi / JE]

Untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak. Pribahasa ini tepat disematkan kepada Siti Rafidah. Ia ditinggal suami usai menjadi korban tabrak lari. Kini masih dirawat di rumah sakit. Siti Rafidah juga membutuhkan biaya berobat.

FAUZI YOSI ESISKA

BALUTAN perban masih menempel di lengan kiri Siti Rafidah (33) warga RT 28 Sumber Rejo Kelurahan Mayang Mangurai Kecamatan Alam Barajo. Ia menjadi korban kecelakaan lalulintas (lakalantas). Kecelakaan terjadi bersama suaminya. Tak ada yang menduga Ia ditinggal suaminya saat baru dua hari di Rumah Sakit. Ia butuh biaya pengobatan.

Kondisi Siti Rafidah lebih parah dari suaminya yang hanya mengalami lecet ringan. Saat dilarikan ke Rumah Sakit Erni Medika yang berada di Kelurahan Talang Bakung Kecamatan Jambi Selatan, Dia tak sadarkan diri, karena mengalami benturan hebat di kepala dan patah tulang lengan sebelah kiri. Ditemui di ruang perawatan, Dia masih tidak mengetahui penyebab dirinya ditinggal suami.

“Saya lupa lokasi kami berkendara, yang Saya ingat kami menggunakan sepeda motor di kawasan Talang Bakung, tahu-tahu ada yang hantam dari belakang dan setengah sadar Saya sudah berada di Rumah Sakit,” kata Siti, kemarin (6/3).

Dia menuturkan, dua hari mengalami koma, usai menjadi korban tabrak lari. Hari pertama dan kedua suami masih rajin menjenguk, tapi, perubahan terjadi di hari ketiga hingga saat ini suami sudah tidak pernah lagi menjenguk. Kalaupun ada hanya melakukan kouminkasi via ponsel dan pesan singkat saja.

“Tanya kabar Saya saja, tapi beberapa hari terakhir Saya coba hubungi sudah tidak diangkat lagi. Ada pernah terakhir telepon yang angkat anak Saya yang paling kecil, suami bilang mau cari kerja lagi di Kalimantan dan maaf tidak bisa merawat kami lagi,” lirihnya.

Riki Hamdani yang merupakan suminya, merupakan suami kedua. Suami pertama yang dinikahinya telah meninggal beberapa tahun silam. Dari perkawinan pertama Dia memiliki dua anak yang pertama Cahaya (13) saat ini sekolah di Pondok Pesantren Insan Madani Aur Duri. Sedangkan yang kedua adalah Indah (7) dan saat ini bersekolah di MI Salamah.