Pasok Keripik ke Swalayan dan 25 Toko  

Melirik Usaha Keripik Sawi Arjuna milik Sriani di Perumahaan Tanjung Permata

Sabtu, 10 Maret 2018 - 11:07:57 - Dibaca: 406 kali

Google Plus Stumbleupon


PRODUK: Sriani, Pemilik Keripik Sawi Arjuna memperlihatkan produk yang ia pasarkan.
PRODUK: Sriani, Pemilik Keripik Sawi Arjuna memperlihatkan produk yang ia pasarkan. / Jambi Ekspres Online

CEMILAN dengan bahan baku sayur-sayuran makin bermunculan di Kota Jambi. Jika sebelumnya kita biasa menemukan bayam dijadikan peyek, lalu bagaimana jika Sawi juga diolah menjadi cemilan keripik? Tentu rasanya  tak kalah lezatnya. 

Tuyani Tayib, Kota Jambi

KERIPIK Sawi Arjuna namanya,  dari namanya saja jelas kita akan terbayang bahwa keripik ini terbuat dari sayuran sawi. Selain gurih dan lezat, keripik Sawi Arjuna juga sehat, karena keripik terbuat dari Sawi Caisim yang dihaluskan.

"Belum ada yang menggunakan sawi,  jadi kita cobalah pakai sawi, "kata Sriani Pemilik Keripik Sawi Arjuna. Usaha ini sendiri sudah berjalan sejak tahun 2015 lalu.  Kekeluargaan adalah motivator pertama pemiliknya sehingga kini keripiknya bisa dipasarkan dan diterima masyarakat.

"Atas dukungan semangat dari keluarga dan saudara, untuk membuka usaha, sekarang ia telah menuai hasil dari usahanya. Awalnya ia hanya sebagai ibu rumah tangga. Setelah urusan rumah tangga selesai,  masih banyak waktu tersisa dan ia ingin memanfaatkan waktu luangnya dengan membuka usaha. Tetapi saat itu ia masih bingung ingin memulai usaha apa. Atas saran dari Buklek dan Saudara iparnya, ia memulai membuat kripik," ungkap Ibu 4 anak ini.

Awal bisnis ini, Ia memang tak begitu banyak menghabiskan modal, hanya Rp 600 ribu saja. Tentu tidak langsung berhasil pada percobaan pertama. Ia harus mencoba berkali kali hingga didapat rasa kripik yang pas. Pertama menjual, kripiknya dijual perkilo ke tempat produksi usaha oleh-oleh oleh pak DJ yang terletak dikawasan Beringin Kota Jambi.

"Waktu itu saya belum pakai merek sendiri, masih jual perkilo ke toko oleh oleh Pak DJ, nanti mereka bungkus, dan masarin produknya," ujarnya.

Selama setahun kripiknya dipasarkan, Tidak lama kemudian Ia berupaya untuk menjual sendiri keripiknya agar dapat berkembang. "Saya dilepas untuk jualan, cari toko sendiri untuk memasarkan kripik saya, awal dilepas jual sendiri di Meranti.  Alhamdulillah sudah 25 toko yang sekarang menjual produk saya dan sampai sekarang masih lancar, saya juga meneruskan masukan produk ke toko yang sebelumnya atas nama buklek saya, "ungkapnya.

Ia mengatakan, kadang seminggu sekali ia memasok keripiknya ke swalayan dan toko oleh oleh.  "Awal merintis kita tidak bisa tidak bisa mematok keuntungan yang didapat,  tetapi keuntungan yang dapat terus diputar,"bebernya.

Produksi keripik buatannya memang bisa meningkat tajam saat jelang lebaran.  Dalam sebulan omset yang ia dapat mencapai Rp1-3 juta.

Harga keripik inipun terjangkau, untuk kripik bungkusan kecil Rp 10 ribu dan bungkusan besar Rp 15 ribu. Ia memproduksi kripiknya di Perumahan Tanjung Permata RT. 35 No. 17 Kelurahan Eka Jaya, Pal Merah (081271689953).

Sriani juga mendapat bantuan dari Pemkot untuk usahanya. Mulai dari pelatihan hingga satu set penggorengan dan alat produksi lainnya. "Ini saya baru dapat bantuan stiker dari Disperindag," tuturnya. Dengan usahanya yang sudah berkembang, kedepannya berencana untuk mencari pegawai. (*/)