Chumaidi: Nilai Proyek Rp 130 M

Dewan Maksa Minta Uang, CB: Pertemuan Inisiatif Pimpinan

Selasa, 13 Maret 2018 - 13:32:06 - Dibaca: 1968 kali

Google Plus Stumbleupon


Saksi Sidang 'Ketok Palu' Cornelis Buston, Zainul Arfan dan Chumaidi Zaidi
Saksi Sidang 'Ketok Palu' Cornelis Buston, Zainul Arfan dan Chumaidi Zaidi [M. Ridwan/JE]

JAMBI Sidang OTT kasus suap RAPBD Provinsi Jambi 2018, kembali digelar kemarin (12/3) di Pengadilan Tipikor Jambi. Sidang dimulai sekitar pukul 11.40 WIB. Ada 7 saksi yang dipanggil. Namun, 6 saksi yang bisa hadir. Semuanya dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Jambi.

Mereka yakni Ketua DPRD Cornelis Buston, Wakil Ketua DPRD Chumaidi Zaidi. Kemudian juga Zainul Arfan sebagai ketua Fraksi PDIP, Ketua Fraksi Bintang Keadilan Rudi Wijaya, Sofyan Ali dari PKB dan Muhammadiyah dari Gerindra. Sementara wakil ketua DPRD, Zoerman Manap berhalangan hadir karena sakit.

Cornelis Buston, Ketua DPRD Prov. Jambi

Sidang dipimpin majelis hakim Badrun Zaini. Cornelis Buston mendapat giliran pertama untuk memberikan keterangannya.

Dalam keterangannya, Cornelis mengaku beberapa kali menghadiri rapat untuk pembahsan pengesahan RAPBD Provinsi Jambi 2018. Dalam prosesnya, kata dia, paripurna awalnya dijadwalkan pada 23 November 2017. Namun ditunda menjadi 27 November 2017.

‘‘Alasannya penundaan karena tim TAPD butuh waktu untuk finalisasi dan menyesuaikan dengan angka karena adanya defisit. Kemudian juga karena perjalanan dinas anggota dewan,’‘ ujar Cornelis Buston.

Tim JPU KPK, bertanya-tanya dengan penundaan ini. Apakah ada alasan lain. Cornelis menyebutkan, tidak ada. JPU kembali menanyakan terkait dengan ada uang ketok palu pengesahan RAPBD. Dari sinilah terungkapnya desakan dari dewan terkait dengan uang pelicin ketok palu.