Progam Pembangunan Jaringan Kelistrikan Interkoneksi Sumatera 2018

Jambi Dapat Tambahan 500 Kv

Kamis, 15 Maret 2018 - 12:03:51 - Dibaca: 793 kali

Google Plus Stumbleupon


Illustrasi
Illustrasi [NET]

JAMBI - Program strategis nasional tentang pembangunan jaringan kelistrikan interkoneksi Sumatera 2018 mulai dikerjakan di Jambi. Hal tersebut diungkapakan Sekretaris Daerah Provinsi Jambi  M Dianto. Ia mengatakan, dalam pembangunan tersebut Provinsi  Jambi dilewati dengan dua proyek pengerjaan.

"Posisi kita diuntungkan dengan adanya program ini, kebutuhan listrik Jambi akan terpenuhi, dengan jatah 500 Kv," kata Sekda Provinsi Jambi M Dianto.

Titik pembangkit listrik ini berada di Palembang, tepatnya di kawasan tambang batu bara terbesar yakni di kawasan Muara Enim. Dalam pembangunannya Pemprov masuk dalam tim terpadu dengan peran membantu pihak ketiga. Nanti membantu mensosialisasikan dan menghitung besaran santunan bagi masarakat yang lahannya dilewati oleh tower kabel listrik.

"Tim nantinya terdiri dari berbagi element, tugasnya untuk melancarkan pembangunan dan mencegah konflik," katanya.

Untuk pengerjaan pertama (Proyek 1) adalah Jalur Jambi dengan nama New Aurduri menuju  Pekanbaru (Riau) yakni Prana. Jumlah total tapak tower sebanyak 553 tapak. Sebanyak 209 berada di Jambi dan 244 titik lainya di Riau. Di Jambi sendiri ada 2 daerah yang dilintasi yakni Kabupaten Muaro Jambi dengan 153 tapak dan Tanjung Jabung Timur sebanyak 156 tapak.

"Daerah dilintasi sebagian besar milik masyarakat, disusul hutan industri, dan kawasan hutan guna usaha," katanya.

Dari 209 tapak tower, sebanyak 164 kawasan APL yang dikuasai masyarakat. Kemudian 70 berada di Hutan Industri dan 75 lainya berada di kawasan Hutan Guna Usaha.

Yang menjadi masalah adalah 70 tapak di Hutan Industri. Dari hutan Industri ini dibagi dua macam, yakni dikuasai perusahan dan masyarakat. Hal ini dikarenakan ganti rugi tidak bisa diberikan sama dengan tempat lain.

Dijelaskannya, 1 tapak berada di Muaro Jambi dan 69 talak di Kabupaten Tanjab Barat. Dengan rincian 31 berada di Hutan Industri WKS. Dan sisanya sebanyak 39 berada di Hutan Industri yang dikuasai masyarakat.

"Ini yang kita lakukan pendampingan," katanya.

Sementara bagian Perizinan dan Pembangunan PT Waskita, Agus Pramugari mengatakan, pembangkit listrik mulut tambang yang dibangun di Muara Enim sampai ke Aceh, melewati Jambi, dari  Sumsel  ke New Aurduri, New Auduri Pranap dari Auduri Pranap.

Dalam pembangunan, pihaknya meminta bantuan tim terpadu yang dibentuk oleh Pemda. Tim ini nanti melakukan sosialisasi terhadap masyakarat yang lahannya dilalui tower listrik.

"Kita minta tim terpadu untuk penanganan lahan yang dikuasai masyarakat di hutan industri," katanya.

Ia menjelaskan, secara kontrak pembangunan dilakukan 23 Mei 2017 lalu. Kini tinggal pembangunan jaringan dari Palembang hingga Aceh.

"Saat ini sudah berjalan, sejak awal tahun 2018, untuk jaringan," katanya.

Lanjutnya, dalam pembebasan lahan ini dia berharap tidak ada kendala. Ini merupakan program yang baik dalam upaya pemenuhan kebutuhan listrik.

(nur)