Sakit Parah, Tak Punya Biaya Pulang, TKI Asal Kerinci Terlantar di Malaysia

Jumat, 16 Maret 2018 - 11:17:34 - Dibaca: 670 kali

Google Plus Stumbleupon


Lia (40) warga Siulak Kecil Mudik Padang Jantung, Siulak, yang merupakan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Kerinci di Malaysia.
Lia (40) warga Siulak Kecil Mudik Padang Jantung, Siulak, yang merupakan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Kerinci di Malaysia. [IST]

KERINCI - Sungguh malang, nasib yang dialami oleh Lia (40) warga Siulak Kecil Mudik Padang Jantung, Siulak, yang merupakan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Kerinci di Malaysia. Bagaimana tidak, tak seperti TKI lainnya yang mencari nafkah untuk mendapatkan ringgit, namun ia malah terlantar dalam keadaan sakit.

Informasi yang berhasil dihimpun, TKI asal Kerinci ini mengalami sakit parah sudah sejak lama di Malaysia. Seluruh badannya berair, dan sudah ada yang nampak mengelupas. Bahkan, ia tidak bisa banyak menggerakkan badannya. Dirinya hanya terbaring dirumah di Shah Alam, Malaysia. Dirinya tinggal dengan suaminya yang juga berkerja di Malaysia.

Informasi yang diperoleh dari Ezman, seorang warga Kerinci mengatakan keluarga berencana akan memulangkan, namun kendala saat ini tidak ada biaya untuk pemulangan. "Kalau suami pegi kerjo, idak ado yang ngurus beliau tinggal di rumah. Pulang dakdo biaya, itu berharap ada bantuan dari warga Kerinci di Malaysia. Kalau bisa jugo mintak bantuan dr bupati kerinci dan jugo pengurusan ikatan keluarga besar sakti alam kerinci di Malaysia," ungkapnya.

Pihak keluarga meminta bantuan, Ormas Kerinci yang ada di Malaysia untuk bantuan pemulangan, baik Ormas Ikebsak maupun Kerinci bersatu. "Kito minta bantu untuk mengurus beliau, supayo bisa balik ke tanah air kareno sakit lah parah," ujarnya.

Sementara itu Ketua Ikebsak Kerinci di Malaysia, Faisal Anas dikorfirmasi terkait hal ini mengatakan belum mendapat informasi. Dikatakannya, ormas Ikebsak siap akan membantu proses pemulangan, karena saat ini masih akan menemui keluarga yang sakit tersebut. "kita akan lihat dulu, keluarga belum ada menyampaikan. Nanti kita bantu pemulangan," jelasnya. 

Demikian juga dengan Ormas Kerinci Bersatu (KB) di Malaysia, baru mengetahui hal ini dan akan membantu TKI alasan Siulak tersebut. Mohd Azman, Pengurus KB mengatakan sudah menghubungi keluarga. "Kita sudah menghubungi beliau, keluarganyo ngato belom ado pihak ormas yang datang untuk membantu, mari kita bantu," jelasnya.

Untuk diketahui, biaya pemulangan TKI dari malaysia biasanya berkisar 3 ribu Ringgit Malaysia atau sekitar belasan juta rupiah. Sehingga, pihak keluarga saat ini terus berupaya mencari bantuan dari warga Kerinci di Malaysia.

(adi)