Nyepi, Puasa Utuh Sehari Penuh

Jumat, 16 Maret 2018 - 11:40:06 - Dibaca: 668 kali

Google Plus Stumbleupon


Jambi Ekspres Online / Jambi Ekspres Online

JAMBI - Dalam rangka menyambut hari raya Nyepi tahun baru saka 1940, sejumlah umat Hindu Kota Jambi menggelar ritual upacara Melasti di Pura Giri Indra Lokha, Kelurahan Kenali Asam Bawah, Kecamatan Kota Baru, Kota Jambi kemarin (15/3).

Budiono, Pembina Masyarakat Hindu Kanwil Kemenang Provinsi Jambi mengatakan, Melasti artinya membersihkan alat sembahyang dan benda pusaka umat Hindu. Benda tersebut di cuci dengan air lalu dialirkan ke sungai.

“Agar suci dari kotoran, karena di Jambi tidak ada pantai, maka kita lakukan di pura saja yang ada sumber mata airnya,” kata Budiono, sebelum upacara melasti di Pura Giri Indra Lokha, kemarin (15/3).

Lebih lanjut Budiono menyebutkan, dalam rangkaian perayaan hari raya nyepi ada empat kegiatan yang merupakan satu kesatuan utuh. Diantaranya Melasti yakni proses spritual keagamaan sebagai upaya penyucian alam semesta dari segala kotoran dan kejahatan akibat dari perputaran karma selama setahun. Selanjutnya Tawur Kesanga, prinsip pada tahapan ini yakni penyelarasan dari lima unsur alam dan diri manusia.

“Tawur Kesanga besok (hari ini, red), satu hari menjelang perayaan Nyepi,” imbuhnya.

Budiono menyebutkan, Nyepi yakni Menyepi. Intinya merupakan renungan, evaluasi, kilas balik serta intropeksi diri. Ada empat disiplin kehidupan yang dilakukan saat nyepi, yakni mengendalikan amarah (Amati Geni), menghindari kegiatan fisik (Amati Karya), menghindari bepergian (Amati Lelungaan) dan tidak menikmati hiburan (Amati Lelanguan).

“Kita berpuasa mulai dari pukul 06.00 WIB (17/3) hingga pukul 06.00 WIB (18/3). Tidak boleh ada kegiatan. Benar-benar puasa. Tidak makan, tidak masak, tidak nyalakan listrik,” sebutnya.

Tahapan terakhir adalah memohon maaf (Simakrama) yang dilandasi rada tulus ikhlas. Kegiatan ini dilaksanakan sehari setelah perayaan nyepi yakni pada 18 Maret 2018 mendatang. “Kita berkomunikasi dengan keluarga, teman, masyarakat sekitar dengan  memohon maaf (Simakrama) yang dilandasi rada tulus ikhlas.Silaturrahmi,” pungkasnya.

(hfz)