Materi Debat Tengah Digodok, 5 Penelis Sudah Ditunjuk

Senin, 19 Maret 2018 - 10:26:35 - Dibaca: 767 kali

Google Plus Stumbleupon


RAKOR : KPU Kota Jambi bersama tim Paslon melakukan rapat koordinasi membahas pelaksaan debat calon walikota dan Wakil Walikota Jambi.
RAKOR : KPU Kota Jambi bersama tim Paslon melakukan rapat koordinasi membahas pelaksaan debat calon walikota dan Wakil Walikota Jambi. [Faizarman / JE]

JAMBI- Debat perdana calon Walikota dan Wakil Walikota Jambi pasangan Abdullah Sani-Kemas Alfarizi dan Sy Fasha-Maulana terus dipersiapkan. Tim panelis mulai merancang materi debat yang rencananya dilaksanakan pada 30 Maret mendatang.

Ada lima panelis dari unsure akademisi yang mendapatkan tugas menggodok pertanyaan. Meraka adalah Bahrul Ulum, Arfa’i, Hasbi Umar, Navarin Karim, dan Fuad Muchlis. 

Salah satu panelis, Hasbi Umar mengatakan jika pihaknya akan mendiskusikan semua unsure yang nantinya berujung pada pertanyaan.  Harapannya, pertanyaan ini bisa menjadi mempertajam program yang diusung masing-masing kandidat.  “Ini semuanya akan kita sampaikan melalui pertanyaan kepada para kandidat,” katanya.

Pertanyaan sendiri, kata Hasbi Umar, disusun berdasarkan bukti dan fakta yang ada di lapangan. Sehinga hasil rancangan ini biarpun sedikit tapi jelas dan lugas. 

“Ini berdasarkan pada prinsip yang terencana, terkonsep, tepat, dan selesai,” ungkap dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Sulthan Thaha Saifuddin Jambi ini. 

Untuk jumlah soal, Hasbi mengaku pihaknya mengacu kepada mekanisme yang sudah diatur. Begitu juga dengan alokasi waktu pada masa debat itu sendiri. 

“Kemungkinan empat butir soal yang akan kami buat, dan itu bukan maksimal atau minimal. Tergantung dari mekanisme yang sudah diatur didalam peraturan,” jelasnya.

Dalam merumuskan pertanyaan, lanjut Hasbi, kemungkinan besar akan mengundang pihak lain untuk mendapatkan data.  Apalagi tema debat sesi pertama ini sudah sangat terarak yaitu reformasi birokrasi, pelayanan publik, dan penegakan hukum.

“Jika ada keraguan mungkin akan kita undang atau setidaknya ada fakta fisik yang menunjang pertanyaan yang akan disusun. Kami melakukan ini berdasarkan peraturan, karena memang tema pertamanya sudah jelas,” katanya.

Pertanyaan tidak akan dikonsultasikan kepada moderator. Karena pertanyaan diberikan sebelum debat dimulai.  “Karena pertanyaan ini sifatnya rahasia dan tidak boleh diketahui oleh siapapun,” katanya.

Sementara itu, Sy Fasha menyatakan tidak memiliki persiapan khusus untuk mengikuti debat. “Apa yang nanti didebatkan itu sudah saya jalankan. Saya tinggal menyampaikan apa yang sudah saya buat dan apa yang akan kembali dilakukan,” katanya.

Fasha siap menjawab pertanyaan dari semua panelis maupun dari pihak lawan.  “Saya siap siap diserang dan siap menjawab pertanyaan dari seluruh panelis maupun calon lawan,” ungkapnya.

Apalagi sebagian besar visi dan misinya berhubungan erat tema debat. Semua itu juga telah disampaikan kepada masyarakat.  “Jadi saya kira ini hal biasanya dan sudah sering saya lakukan,” bebernya.

Tidak jauh berbeda dengan Abdullah Sani yang juga tidak memiliki persiapan khusus.  Secara pribadi dirinya siap mengikuti semua mekanisme debat yang telah disepekati secara bersama.

Sebelumya, tim penghubung Abdullah Sani-Kemas Alfarizi dan Sy Fasha-Maulana bersama KPU Kota Jambi telah menyepakati waktu dan tema debat yang dilakukan sebanyak tiga kali pada 30 maret, 28 April dan 20 Juni 2018. Debat pertama dengan tema Reformasi Birokrasi, Pelayanan Publik dan Penegakan Hukum, kedua Ekonomi, Kesenjangan Sosial dan Penataan Kawasan Perkotaan dan terkahir Kependudukan dan Peningkatan Kualitas Hidup Masyarakat.

       Ketua KPU Kota Jambi, Wein Arfin mengatakan, mekanisme debat telah diatur dan disepakti. Dimana dari tiga debat itu, kedua paslon akan tampil secara bersama. “Kedua Paslon pada porsi berdebat. Mekanisme pembagian berbicara diserahkan kepada pasangan calon, siapa yang mau menjawab," katanya lagi.

Ia beralasan, pasangan calon ini merupakan satu bagian, termasuk program dan visi misi. Sehingga tidak dapat dipisahkan antara Calon Walikota maupun Wakil Walikota. “Kalau bertanya dengan Calon  Walikota sama halnya bertanya dnegan calon Wakil Walikota. Karena kebijakan mereka satu,” ungkapnya.

Disamping, jadwal, tema, jumlah pendukung Paslon yang hadir pada pelaksaan debat juga dibatasi.  "Pendukung Paslon kita batasi. Didebat pertama dan kedua jumlahnya maksimal 150 orang. Kemudian pada debat ketiga jumlahnya 200 orang,” tutupnya.

(aiz)