Tinggal Dirumah Wartawan Sidney,  Zidni Pakai Baju Adat Jambi Tiap Kunjungan Sekolah

Mengenal Zidni Ma'ruf, Delegasi Jambi dalam Pertukaran Pemuda Antar Negara ke Australia 

Senin, 19 Maret 2018 - 10:32:04 - Dibaca: 892 kali

Google Plus Stumbleupon


Zidni Ma'ruf
Zidni Ma'ruf [Yani / JE]

Zidni memang tak putus asa mengikuti pemilihan pertukaran pemuda antar negara. Tiga kali ikut pemilihan, akhirnya  pada 2017 Zidni baru lulus mengikuti PPAN  dan diberangkatkan  ke Australia bersama delegasi lainnya se Indonesia. 

YANI TAYIB 

KERJA keras  Zidni berbuah manis, dua kali gagal mengikuti program PPAN sejak tahun 2014 tidak membuatnya risau dan putus asa. Kerja kerasnya berhasil pada tahun 2017 lalu, Ia berhasil terpilih menjadi delegasi Jambi untuk program Australia Indonesia Youth  Exchange Program. 

4 bulan menjalani program PPAN, dan tinggal selama 2 bulan di Australia banyak pengalaman  berharga yang Ia dapat. Mulai dari tinggal dirumah wartawan Sidney, mengajarkan bahasa Indonesia  di Australia, mengenalkan budaya semua terangkum selama perjalanan 2 bulan di australia.

"Selama di Australia  itu ada dua fase  yang kami jalani yakni fase tinggal di Desa dan Kota, Saya juga sempat mendapat orang tua asuh yang pernah tinggal di Indonesia selama  10 tahun sebagai wartawan dan sampai sekarang Ia juga masih menjadi wartawan," tuturnya.

Selama di Australia dan menjalankan fase kota, Zidni mendapatkan  kesempatan magang di kantor balai bahasa dan budaya Indonesia. Di sini tugas utamanya adalah mengajarkan bahasa Indonesia  ke anak-anak SD dan SMP.  Menjalankan perannya di sini,  Zidni menggunakan media sosial untuk mengajarkan bahasa Indonesia.

Selama fase desapun, alumni Universitas Jambi ini juga mendapatkan amanah untuk berperan pada konservasi Australia. Membantu pihak Australia  menjaga lingkungan, tumbuhan dan binatang.  

Di desa Ia tinggal di New Castell,  di sana Ia mendapatkan kesempatan untuk memperkenalkan budaya  Jambi.  Setiap minggunya baik di Sidney dan New Castell Zidni dan delegasi lainnya mengunjungi sekolah dasar di sana. Ia mengenakan baju adat Jambi ketika berkunjung kesekolah. 

"Selalu tiap kunjungan ke sekolah pasti pakai baju adat Jambi, Saya juga membawakan tarian  Batanghari," terang  pria kelahiran  25 Agustus 1995 ini. 

Cerita di Australia memang mengesankan,  namun Zidni juga punya cerita mengesankan lainnya ketika menghabiskan sisa 2 bulan waktunya selama di Indonesia bersama delegasi asal Australia di Bengkulu. Sama seperti  di Australia,  Zidni berkesempatan  magang di kantor-kantor.  Kali ini di Bengkulu Ia bersama satu delegasi asal Australia ditemoatkan di kantor Badan Pusat Statistik Bengkulu. 

"Kita juga survei penduduk,  ikut survei bulanan BPS juga," katanya. 

 Bagi penggemar traveling ini,  semua pengalaman mengikuti program ini betul betul berharga.  Apalagi ketika menghabiskan  fase desa di Indonesia,  Zidni dan delegasi Indonesia-Australia memiliki tugas berat.  Memperkenalkan budaya dan pariwisata Kabupaten Rajang Lebong Bengkulu.  Sebab masih banyak  aset wisata di sana yang belum terekspose. 

"Kebetulan saya bertugas untuk memperkenalkan air terjun Batu Betiang.  Air terjun ditengah hutan," ungkapnya. 

Sesuai dengan Zamannya,  media sosial adalah wadah mereka untuk memperkenalkan air terjun ini. Lewat instagram  mereka memposting foto foto delegasi australia yang datang ke Air terjun tersebut. 

"Nanti kita posting aja,  kalau bule bule  aja sudah datang ke air terjun.  Baru kita post di Instagram biar dunia luar bisa lihat," ujarnya. 

Menambah daya tarik air terjun ini,  Zidni dan rekan membuat spot khusus untuk berfoto, menyediakan tempat sampah.  Hingga kinipun Zidni masih bisa memantau kondisi air terjun tersebut. Sebab kini instagram air terjun tersebut  sudah dikelola dengan  baik oleh pemuda setempat. 

(**)