Aviani Malik Pandu Debat Calon Walikota Jambi

Kamis, 22 Maret 2018 - 14:20:26 - Dibaca: 641 kali

Google Plus Stumbleupon


DEBAT : Calon Walikota Jambi pasangan Abdullah Sani-Kemas Alfarizi dan Sy Fasha-Maulana hadir pada deklarasi kampanye damai. Persiapkan debat, KPU Kota Jambi tunjuk moderator dan panelis. 
DEBAT : Calon Walikota Jambi pasangan Abdullah Sani-Kemas Alfarizi dan Sy Fasha-Maulana hadir pada deklarasi kampanye damai. Persiapkan debat, KPU Kota Jambi tunjuk moderator dan panelis.  / Jambi Ekspres Online

Penelis Tengah Bekerja Rumuskan Pertanyaan

JAMBI - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Jambi telah menunjuk moderator debat calon Walikota dan Wakil Walikota Jambi 30 Maret mendatang. Rencananya debat perdana pasangan Abdullah Sani-Kemas Alfarizi dan Sy Fasha-Maulana

dipandu Aviani Malik, salah satu presenter televisi swasta tanah air.

Ketua KPU Kota Jambi, Wein Arifin mengatakan jika pihaknya sudah berkoordinasi dengan Aviani Malik. Sejuah ini tidak ada kendala dan Avian dispastikan bersedia hadir.

"Insya Allah, moderator debat Aviani Malik. Sudah final, mudah-mudahan tidak ada kendala," ujarnya, Selasa (21/3) kemarin.

Ditunjuknya Aviani, kata Wein, diharapkan bisa menghidupkan suasana debat yang berlokasi di Ratu Convention Center (RCC) Jambi. Pengalaman Aviani dinilai mampu memandu debat agar terarah pada tema yakni Reformasi Birokrasi, Pelayanan Publik, dan Penegakan Hukum.

“Kita ingin agar kemampuannya bisa mengarahkan debat focus pada subtansi tema,” katanya.

Sedangkan moderator debat kedua pada 28 April dengan tema Ekonomi, Kesenjangan Sosial dan Penataan Kawasan Perkotaan masih lowong. Begitu juga dengan debat ketiga pada 20 Juni dengan tema Kependudukan dan Peningkatan Kualitas Hidup Masyarakat.

“Masih kita godok, kemungkinan ada kombinasi pada debat kedua dan ketiga. Kalau rampung akan kita sampaikan,” ungkapnya.

Pada debat perdana, lanjut Wein,  dibagi dalam 6 segmen. Pertama, masing-masing calon menyampaikan visi misi dan program kerja untuk kemudian dilakukan pendalaman.

Pada segmen kedua dan ketiga dilanjutkan dengan pertanyaan panelis seputar tema untuk kedua pasangan calon. Jawaban dari pertanyaan itu akan ditanggapi paslon lain lalu dijawab dan ditanggapi kembali.

Berikutnnya pada segmen empat dan lima  masing-masing paslon saling bertanya jawab. Semua itu tetap mengacu pada tema sehingga tidak lari dari subtansi yang diinginkan.

“Terakhir pada segmen keenam penyataan penutup. Sekali harapan kita, apa yang disampaikan dalam debat menjadi kesepakatan paslon yang muaranya mengyangkut hidup orang banyak,” terangnya.

Bagaimana dengan penelis? Wein mengatakan jika KPU Kota Jambi telah menunjuk lima panelis dari unsure akademisi yakni Bahrul Ulum, Arfa’i, Hasbi Umar, Navarin Karim, dan Fuad Muchlis. Para penelis sudah bekerja untuk menggodok pertanyaan dengan data yang akurat.  “Panelis sudah kita tunjuk. Ada lima orang. Mereka sedang bekerja,” terangnya.

Sementara itu, Hasbi Umar salah satu panelis mengungkapkan jika pihaknya akan mendiskusikan semua unsure yang berujung pada pertanyaan.  Harapannya, pertanyaan ini bisa mempertajam program yang diusung masing-masing kandidat.  “Ini semuanya akan kita sampaikan melalui pertanyaan kepada para kandidat,” katanya.

Pertanyaan sendiri, kata Hasbi Umar, disusun berdasarkan bukti dan fakta yang ada di lapangan. Sehinga hasil rancangan ini biarpun sedikit tapi jelas dan lugas. 

“Ini berdasarkan pada prinsip yang terencana, terkonsep, tepat, dan selesai,” katanya.

Dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Sulthan Thaha Saifuddin Jambi ini menyebutkan jumlah soal mengacu kepada mekanisme yang sudah diatur. Begitu juga dengan alokasi waktu pada masa debat itu sendiri.  “Kemungkinan empat butir soal yang akan kami buat, dan itu bukan maksimal atau minimal. Tergantung dari mekanisme yang sudah diatur didalam peraturan,” pungkasnya.

(aiz)