Jembatan Timbang Tembesi Aktif 2019

Senin, 09 April 2018 - 10:35:43 - Dibaca: 594 kali

Google Plus Stumbleupon


Jambi Ekspres Online / Jambi Ekspres Online

JAMBI - Sejak beralih kewenangan dari Pemerintah provinsi Jambi ke Dirjen Perhubungan Darat 2016 lalu, Jembatan Timbang Tembesi tak dioperasikan lagi. 
Jembatan Tmbang itu dikelola oleh Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah V Provinsi Jambi (Kantor Kementerian Perhubungan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat).

 Kepala BPTD Wilayah V Provinsi Jambi, Firdaus mengatakan, tidak beroperasinya Jembatan Timbang itu karena beberapa hal, diantaranya, Sumber Daya Manusia (SDM) yang kurang.

Untuk mengelola satu Jembatan Timbang minimal mempunyai personil 60 orang. Sementara personil BPTD di Jambi minim, belum lagi mengurus Jembatan Timbang lainnya.

"Kita kekurangan SDM, jadi, untuk sementara tidak kita aktifkan," kata Dia.

Wilayah Tembesi, kata Firdaus, merupakan wilayah yang diapit oleh beberapa Kabupaten yang sebelumnya juga ada Jembatan Timbang. Daerah ini berada di tengah.

Jembatan Timbang aktif saat ini ialah, Sarolangun, yang mengawasi kendaraan masuk dari Sumsel. Kemudian Jembatan Timbang Bungo untuk pengawasan dari Sumbar.

"Jembatan Timbang Tembesi hanya truk batubara, itu truk lokal, tidak banyak, makanya kita tunda sementara," kata Firdaus.

Kemungkinan, tahun 2019 mendatang Jembatan Timbang Muara Tembesi akan diaktifkan kembali. Kini prosesnya tengah dilakukan seperti pengajuan SDM dan perbaikan gedung.

"Sekarang kita akan coba ajukan. Mudah-mudahan 2019 bisa dikerjakan dan dioperasikan," imbuhnya.

Untuk pengoperasian Jembatan Timbang ini, setidaknya membutuhkan  anggaran sekitar Rp 65 miliar. Jumlah ini untuk perbaikan gedung dan sarana prasarana lainnya yang perlu diperbarui."Itu baru untuk biaya infrastruktur, belum biaya SDM," ungkapnya.

Ia mengakui Jembatan itu tidak terurus, kondisi di dalam maupun di luat Jembatan Timbqng terlihat amburadul, bahkan nama jembatan timbang yang dibuat didepan terminal sudah tidak ada lagi.

Informasi dari warga sekitar, jembatan timbang tersebut hanya untuk jadi parkir truk-truk batubara dan truk tronton lainnya.

(nur)