Pemprov Harus Pandai-pandai Ajukan Program Tambahan

44 Proyek Nasional untuk Jambi

Senin, 09 April 2018 - 10:51:45 - Dibaca: 988 kali

Google Plus Stumbleupon


Kementrian PU PR
Kementrian PU PR / Jambi Ekspres Online

JAMBI - Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera) Republik Indonesia (RI) telah melakukan penyusunan program pembangunan yang akan disampaikan pada Pra Musrenbang tahun anggaran 2019 mendatang.

Pembangunan jalan, jembatan, perbaikan jarinagn irigasi dan pembanguna rusun masih menjadi priorotas pembangunan nasional sesuai dengan nawacita Presiden  Ri Joko Widodo.

Menteri PU Pera melalui Kepala Perencanaan Infrastruktur Kementerian PU-Pera Bobby Prabowo, mengatakan, pembangunan infrastruktur menjadi investasi dalam peningkatan kesejahteraan rakyat.

“Dampak dari pembangunan ini adalah meningkatnya perekonomian,” katanya.

Dijelaskaya,  pembangunan secara merata dan terintegrasi telah disusun oleh kementian PU-Pera RI. Muali dari bidang Bina Marga, Cipta Karya, Sumber Daya Air sampai ke Perumahan Rakyat.

Untuk di Jambi sendiri, sejumlah program poyek nasioal juga telah ditetapkan. Di tahun 2019 ini diperkirakan ada sebanyak 44 program nasional dari 4 bidang PU-Pera yang tersebar diseluruh kabupaten/kota di Jambi.

“Program telah kita susun, dari kesepakatan pra rakortek sebelum disampaikan di Pra Musrenbang Nasional,” ungkapnya.

Dijelaskan Bobby, dari 44 program dibagi dalam 6 proyek pembanguan pada bidang kebinamargaan, selanjutnya, pada bidang Cipta Karya tercatat ada 9 proyek pembangunan.

Selanjutnya, pada bidang Sumber Daya Air tercatat sebanyak 10 proyek nasional. Progam yang dimasukkan khusus untuk penguatan perekonomina daerah dan terakhir sebanayk 9 proyek di Perumahan Rakyat (Selengkapnya lihat grafis).

“Yang kita sampaikan ini merupakan hasil usulan dari Pemerintah Provinsi, nantinya akan disampaikan pada Musrenbang Nasional yang akan diadakan dalam waktu dekat setelah semua daerah melaksnaakan Muarenbang,” ungkapnya.

Pengamat Pemerintahan Provisni Jambi, Professor  Hariadi mengatakan, dari progam yang telah disusun oleh oleh kementerian itu, diharapkan Pemerintah Provinsi Jambi dapat mempertahankan dengan memberikan progam itu memang yang dibutuhkan oleh Jambi.

Sebelum Musrenbangnas mendatang, Hariadi mengatakan Pemerintah Provinsi harus pandai-pandai mengajukan program tambahan. Dengan kesempatan yang ada pengajuan terus dilakukan.

“Ajukan progam yang sesuai dengan Nawa Cita presiden, ini pasti akan disetujui, dengan itu maka anggaran pusat banyak untuk Jambi,” katanya.

Dijelaskannya, dalam pengajuan tersebut, Pemerintah Provinsi Jambi juga harus melihat apa yang menjadi kebutuhan daerah. Jangan sampai ada daerah yang tidak kebagian pembangunan.

“Kita inginnya pembangunan merata agar peningkatan ekonomi terjadi di seluruh kabupaten/kota,” ungkpanya.

Gubernur Jambi, Zumi Zola Zulkifli, mengatakan kebutuhan kabupaten/kota dan provinsi dalam pembangunan sangat banyak. Sesuai dengan kebutuhan tersebut maka usulan Pemerintah Kabupaten/Kota dan Pemerintah Provinsi telah disampaikan.

Namun, di tengah banyaknya kebutuhan tersebut, Zola mengemukakan bahwa musyawarah perencanaan pembanguan harus tepat tetapkan skala prioritas.

“Usulan diarahkan pada peningkatan pembangunan yang merata dan berdaya saing, ini mengacu pada isu strategis dan prioritas,” ungkapnya.

Dijelaskan Zola, pemerataan yang dimaksud adalah pemerataan pembangunan antar kelompok masyarakat, yaitu antara masyarakat yang kurang mampu dengan masyarakat yang relatif mampu, serta pemerataan pembangunan antar wilayah yang ada di Provinsi Jambi.

“Pemerataan pembangunan antar kelompok masyarakat akan diwujudkan dalam bentuk berbagai program yang bersifat afirmatif kepada kelompok masyarakat yang kurang mampu, agar dapat menikmati hasil pembangunan secara berkeadilan,” jelasnya.

(nur)