Warga Tanjabbar Minta Dua Jembatan Darurat

Rabu, 11 April 2018 - 09:59:46 - Dibaca: 1177 kali

Google Plus Stumbleupon


JEMBATAN DARURAT:  Pembangunan Jembatan dadurat ntara Tanjabbar dan Tanjabtim ini, sangat sulit untuk dilalui kendaraan truk.
JEMBATAN DARURAT:  Pembangunan Jembatan dadurat ntara Tanjabbar dan Tanjabtim ini, sangat sulit untuk dilalui kendaraan truk. [Gatot / JE]

KUALATUNGKAL - ‎Saat ini, Proyek Pembangunan Jembatan perbatasan Tanjabbar dan Tanjabtim yang akan dibangun dijalan lintas Nasional terus menjadi persoalan di masyarakat. Sebab, jalan tersebut merupakan urat nadi akses masuk ke Tanjabbar.

"Kondisinya saat ini cuma satu jembatan kayu yang dibuat, ini sudah pasti meyulitkan para kendaraan yang lalu lalang, kemacetan panjang sudah pasti akan terjadi.‎ Dan jika mobil ada yang tersangkut pada jalan timbunan tanah itu sudah pasti lumpuh total," ucap supir truk, Yatno.

Sementara Anggota DPR RI Dapil Provinsi Jambi, H Bakri, dihubungi masih belum mengetahui pembangunan proyek tersebut dari APBN atau APBD Provinsi Jambi. Namun, ‘’Saya sudah mengetahui dengan persoalan dilapangan pembangunan jalan tersebut.Mungkin hari Kamis nanti saya akan meninjau ke lokasi," singkatnya.

Sedangan Anggota DPRD Tanjan Barat dari Fraksi Demokrat, Jamal Darmawan Sie,  menuturkan jangan sampai jalan alternatif yang disiapkan tidak layak, dan tanah timbunan hanya menggunakan tanah lokal, lalu jembatan darurat yang dibangun juga kurang memadai. Karenanya, ‘’Saya berharap Satker meninjau ulang jalan alternative. Jangan sampai saat pengerjaan Tanjabbar jadi terisolir," tandasnya.

Terpisah konsultan Jembatan Belidang, PT. Seecond jo. PT. Plato iso iki   Aritonang mengatakan pihaknya akan melakukan rapat di kantor bupati pada Kamis mendatang.  ‘’Kami akui memang kapasitas jembatan berkekuatan 8 ton.  Kami terus melakukan pemadatan  struktur tanah yang akan ditimbun dengan batu," tutupnya.

(sun)