Temukan Gudang Penyimpanan Minyak Illegal, Tak Pernah Mengurus Izin

Sabtu, 05 Mei 2018 - 09:53:50 - Dibaca: 674 kali

Google Plus Stumbleupon


Jambi Ekspres Online / Jambi Ekspres Online

JAMBI – Anggota Satpolair Polres Tanjab Timur, kemarin (4/5) menemukan tempat penyimpanan minyak ilegal. Lokasinya berada di gudang yang diketahui milik PT Ocean Petro Energy di Jalan Jalan AR Saleh, RT 10, Kelurahan Pal Merah, Kecamatan Pal Merah, Kota Jambi.

 

“Kita cari, kita temukan ada gudang penyimpanan minyak”Kasat Polair Polres Tanjab Timur - AKP Maskat

 

Penemuan ini merupakan pengembangan penangkapan 20 ton minyak ilegal yang diamankan pada Sabu (24/4) lalu di Pelabuhan Samudra, Kabupaten Tanjab Timur.

Kasat Polair Polres Tanjab Timur, AKP Maskat, saat dikonfirmasi membenarkan hal ini. Kata Dia, pihaknya menemukan gudang tersebut dalam pengembangan kasus penangkapan 20 ton minyak yang diduga ilegal.

“Iya, tadi kita datangi lokasi. Di lokasi sudah sepi,” ujar AKP Maskat saat dihubungi via ponselnya.

Pihaknya turun ke lapangan ini karena pihak yang dipanggil tak kunjung penuhi panggilan penyidik. Kemudian, kantornya juga tidak diketahui sesuai dengan identitas yang tertulis di mobil saat diamankan. 

“Kita cari, kita temukan ada gudang penyimpanan minyak. Tapi minyaknya sudah sedikit. Tinggal bekas minyak lama,” jekasnya.

Sementara itu, Lurah Pal Merah, Zainuddin Hasan, mengatakan, pihaknya tidak pernah mendapat izin dari pendirian gudang tersebut. Dimana, di depannya ada usaha besi tua.

“Rupanya di belakang ini ada gudang minyak. Warga juga tidak ada yang komplin selama ini,” kata Zainuddin.

Tiba-tiba, kata Dia, dirinya mendapat laporan ada pihak kepolisian mendatangi TKP yang merupakan gudang PT Ocean Petro Energy. “PT Ocean Petro ini katanya ada pengembangan dari kasus di Tanjung Jabung Timur kemarin,” jelasnya.

Dia mengaku pihaknya kecolongan dengan aktivitas di daerahnya. Menurutnya, tanah di belakang gudang sudah tercemar. Sudah banyak mengandung minyak yang sudah bocor.

“Pemiliknya sampai sekarang belum diketahui,” tandasnya.

Terpisah, Ketua RT 10, Agus, mengaku tidak ada kepengurusan izin dalam pendirian gudang itu. Diakuinya, jika gudang itu dijadikan tempat penyimpanan minyak.

“Izin dak ado. Yang punyo biasonyo dipanggil Aan. Disini tempat usahanyo. Ini gudang besi tuo di dalamnyo ado minyak,” sebut Bagus.

Diberitakan sebelumnya, 20 ton minyak ilegal itu diamankan di Pelabuhan Samudra. Dimana, 1 unit Kapal Cargo dengan nama Megah Pertiwi yang sedang bersandar. Di atas Kapal sedang berlangsung aktifitas bongkar muatan kapal.

Di samping kapal, ditemukan satu unit mobil tangki jenis Fuso merk Mitsubishi kapasitas 20 ton BH 8830 PE degan tulisan PT. Ocean Petro Energy pada tangkinya.

Dimana, waktu itu sedang dilakukan penyaluran BBM jenis Solar dari tangki mobil ke tangki kapal tersebut dengan menggunakan selang. Lalu ketika dimintakan dokumen BBM, sopir mobil tangki menunjukkan dokumen BBM tersebut berupa Surat Jalan, Dilevery Note, dan STNK Mobil.

Petugas melakukan pengecekan jenis BBM, minyak tersebut jenis Solar dengan kualitas yang meragukan dan berdasarkan dugaan kualitas BBM tersebut maka KKM Kapal KM Megah Pertiwi dan sopir mobil tangki diarahkan untuk menuju Mako Sat Polair guna dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

(pds)