Jamin Tak Ada Kebakaran Hutan dan Lahan

Sabtu, 05 Mei 2018 - 10:04:59 - Dibaca: 686 kali

Google Plus Stumbleupon


Jambi Ekspres Online / Jambi Ekspres Online

JAMBI - Sinarmas, melalui anak perusahaannya PT. Wira Karya Sakti (WKS) terus menunjukkan keseriusannya dalam mengawal Asian Games Jakarta-Palembang, Agustus hingga September mendatang. Pelaksanaan event Nasional ini bertepatan dengan musim kemarau 2018. Dan rentan terjadi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Kamis (3/5), PT. WKS melakukan simulasi pengendalian kebakaran dan lahan bersama Desa Makmur Peduli Api (DMPA).

“Berkaca dari 2017, ada 49 titik api,” sebut Eldi Ramadhanis, FOM Fire atau Kepala Regu Pengendalian Kebakaran (RPK) PT. WKS. Pihaknya tak ragu karena telah menyiapkan antisipasinya.

“Kita terapkan empat pilar manajemen penanggulangan kebakaran, yakni, pencegahan, persiapan, deteksi dini dan respon cepat,” kata Eldi.

Dalam melaksanakan tugas kerja tersebut, setidaknya 330 anggota RPK bersertifikasi Manggala Agni telah dikerahkan. Juga dibangun Pos Pantau dan Menara Api. Ditambah dengan penunjang kerja seperti truk pemadam kebakaran, kendaraan patroli bahkan dua helikopter berjenis Mil 8 yang sengaja didatangkan dari Rusia, untuk memadamkan api via water bombing.

Sedangkan untuk upaya preventif, terwujud dalam DMPA. Daerah ini terletak pada sekitaran konsesi PT. WKS atau berjarak maksimal radius 5 kilometer. Yang dahulunya notabene bekas lahan pembakaran hutan ini disulap menjadi lahan yang mampu menopang sosial ekonomi masyarakat melalui pertanian terintegrasi. Yang terwujud pada pembinaan kelompok kelompok tani.

"Perusahaan ingin memberikan dampak positif kepada masyarakat sekitar," jelasnya.

Ditambahkan Slamet Irianto, Social and Security Development PT. WKS, mengatakan, yang diharapakan dari masyarakat adalah kecintaan yang tumbuh kepada lingkungan. "Muaranya adalah terintegrasinya kegiatan kehutanan dan pertanian masyarakat," tandasnya.

Seperti pembinaan terhadap kelompok petani Mekar Jaya di Desa Dataran Kempas, Kecamatan Tebing Tinggi, Tanjabbarat, memproduksi pupuk organik kompos. Program lainnya adalah, pembinaan terhadap ibu rumah tangga warga Desa Dataran Kempas dalam hal pembudidayaan tanaman jahe merah yang memiliki nilai ekonomi cukup tinggi.

Selain itu, juga dilakukan pembinaan terhadap kelompok tani lainnya dengan memberikan bantuan berupa ternak kambing dan benih ikan nila. 

Hingga 2018, sudah ada 200 Desa Makmur Peduli Api (DMPA) di kawasan seputaran konsensi APP Sinarmas yang meliputi Jambi, Riau dan Sumsel. Jumlah ini sudah terealisasi dari target sekitar 500 DMPA hingga tahun 2020. Dengan total telah digelontorkan USD 100 juta untuk program ini. Bahkan ditambah lagi pra Asian games ini sebanyak USD 3,8 Juta oleh Sinarmas, untuk proyek yang telah dimulai sejak 2015 ini.

(aba)