Jambi Tak Bisa Ikuti HET Harga Kebutuhan Pokok, Karena Tak Punya Produsen

Sabtu, 05 Mei 2018 - 10:06:31 - Dibaca: 571 kali

Google Plus Stumbleupon


SEMBAKO: Beberapa kebutuhan pokok di Kota Jambi sulit mengikuti HET yang telah ditentukan oleh Kemendag. Terutama daging, ayam dan telor.
SEMBAKO: Beberapa kebutuhan pokok di Kota Jambi sulit mengikuti HET yang telah ditentukan oleh Kemendag. Terutama daging, ayam dan telor. / Jambi Ekspres Online

JAMBI - Kementerian Perdagangan (Kemendag) telah merilis renca sejumlah harga kebutuhan pokok jelang Ramadan. Penetapan Harga Eceran Tertinggi (HET) ini untuk menghindari permainan harga yang dilakukan pengecer.

 Penetapan harga ini dilakukan pada daging sapi, telur, ayam ras dan sejumlah kebutuhan pokok lainnya. Namun, yang menjadi sorotan hanya 3 jenis bahan pokok itu saja.

Pada saat berkunjung ke Jambi, Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kemendag, Tjahya Widayati, mengatakan, penetapan HET itu dilakukan secara Nasional. Dengan penetapan ini diharapkan masyarakat bisa memenuhi kebutuhan.

“Ini kita lakukan agar harga tetap stabil, karena, di hari-hari tertentu harga mengalami kenaikan drastis,” katanya.

Untuk menghindari kekurangan kebutuhan pokok pemerintah diminta untuk melakukan penyetokan. Dan dikeluarkan Jika terjadi gejolak di pasaran dengan melakukan Operasi Pasar (OP).

“Langkah-langkah pengawasan juga kita lakukan,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas  Perindustrian dan Perdangangan (Perindag) Provinsi Jambi, Ariansyah, mengatakan, untuk 3 jenis kebutuhan pokok itu, sangat sulit untuk mengikuti HET. Apalagi 3 kebutuhan pokok itu berasal dari luar daerah, artinya, modal yang dikeluarkan oleh pedangan dan pengecer lebih tinggi dari HET yang telah ditetapkan.

“Sulit, modalnya juga berbeda. Jika dijual dengan HET, maka, pedagang merugi,” ujarnya.

Begitu juga ayam ras dan telur. Untuk telur Jambi didatangkan dari Sumatera Barat. Pantauan di lapangan, harga daging sapi termurah Rp 100 ribu. Ayam ras Rp Rp 38 ribu. Telur ayam Rp 39 ribu. “Jambi bisa mengikuti HET jika disuplai pusat karena Jambi tidak memiliki produsen,” pungkasnya.

(nur)