Lebih Mahal dari Rute Jambi-Jakarta

Harga Tiket ‘Setinggi Langit’, Penerbangan Jambi-Bungo-Kerinci

Sabtu, 05 Mei 2018 - 10:12:10 - Dibaca: 2353 kali

Google Plus Stumbleupon


Jambi Ekspres Online / Jambi Ekspres Online

JAMBI - Harga tiket pesawat Jambi-Kerinci gila-gilaan. Untuk satu kali penerbangan saja menggunakan maskapai Wings Air, penumpang harus rela merogoh kocek dari Rp 800 ribuan hingga Rp 900 ribuan. 

Penulusuran koran ini di situs pejualan tiket pesawat www.trafeloka.com, untuk penerbangan Jambi-Kerinci 5 Mei (hari ini red), tiket pesawat Wings Air ATR 72-600 berpenumpang 72 orang itu, mencapai angka Rp 908 ribu. Sedangkan untuk tujuan Jambi-Bungo berada pada angka Rp 627.300.

Tingginya harga tiket penerbangan antar daerah di Jambi ini bahkan jauh di atas harga tiket untuk penerbangan Jambi-Jakarta dengan rate terendahnya Rp 664 ribu pada hari yang sama (hari ini, red).

Masih berdasarkan pantauan koran ini di situs tersebut, untuk penerbangan Jambi-Kerinci pada tanggal 10 Mei 2018, juga masih cukup tinggi, pada angka Rp 855 ribu, sedangkan Jambi-Bungo Rp 591 ribu.

Jika dibandingkan dengan harga trafel yang saban hari menempuh rute Jambi-Kerinci dan Jambi-Bungo, sangat jomplang. Jambi-Kerinci dengan jarak tempuh 8-9 jamb perjalanan harga tiket trafel berada pada angka Rp 150 ribu, sedangkan Jambi-Bungo Rp 120 ribu dengan jarak tempuh 4-5 jam perjalanan.

Salah seorang warga Kerinci, Febriyangsah saat dimintai komentarnya terkait hal ini mengaku sudah mengetahui tingginya harga tiket tersebut. 

‘’Sangat jauh jika dibandingkan dengan harga tiket mobil. Kalau di kisaran Rp 500-an mungkin calon penumpang tidak akan mengeluh, ini harganya hampir satu jutaan,’’ katanya.

Kalau seandainya ada warga Jambi yang ingin liburan, katanya, sepertinya lebih memilih ke Jakarta saja ketimbang ke Kerinci karena harga tiketnya jauh lebih murah ke Jakarta.

‘’Sebaiknya pemerintah ikut turun tangan terkait tingginya harga tiket ini,’’ pungkasnya.

Di satu sisi, tingginya harga tiket pesawat, khususnya Bungo-Jambi ini disambut senyuman oleh pengusaha travel. Dengan harga tinggi ini penumpang akan tetap memilih melalu transportasi darat.

‘‘Waktu harga tiket pesawat Rp 190 ribuan sangat berpengaruh terhadap travel. Penumpang lebih memilih kejambi dengan menggunakan pesawat karena harga tiket pesawat tidak jauh berbeda ,’‘ ucap Anto salah satu pemilik travel.

Meskipun demikian, kenaikan harga tiket pesawat Wings Air ini tetap dikeluhkan oleh masyarakat. Masyarakat tetap berharap harga tiket pesawat Bungo - Jambi ini dapat kembali normal seperti biasa.

‘‘Saya rasa ini harus jadi tugas pemerintah. Jika maskapai milik Lion Group ini masih main tunggal, maka harga tiket akan tetap dimonopoli. Solusinya pemerintah harus memasukkan maskapai lain,’‘ ucap Ade salah satu masyarakat.

Untuk diketahui, Pemerintah Kabupaten Bungo agak kesulitan mengajak maskapai lain untuk mendarat di Bungo. Salah satu alasannya karena panjang landasan yang masih terbatas.

Sayangnya, pihak Lion Group sampai sejauh ini belum memberi keterangan terkait tingginya harga tiket ini.

Station Manageri Lion Air Jambi Mardanus saat dikonfirmasi koran ini tidak memberi penjelasan lebih lanjut. ‘’Nanti kami tanyakan ke pusat,’’ singkatnya.

Kadishub Kerinci, Juanda, dikonfirmasi juga mengakui bahwa banyaknya keluhan masyarakat terkait tingginya harga tiket pesawat Jambi - Kerinci. Itupun kata Juanda, bukan dikalangan ekonomi mengah ke bawah saja. Akan tetapi, juga menjadi keluhan bagi para PNS dan termasuk selevel eselon dua yang melakukan perjalanan ke luar daerah.

‘‘Parahnya lagi, selain harga tiket yang mahal, warga banyak juga yang mengeluhkan soal harus transit terlebih dahulu ke Bandara Bungo,’‘ ungkapnya.

Permasalahan ini sambung Juanda, pihaknya sudah berkoordinasi dengan maskapai Wings Air, dan juga menyampaikan secara lisan keluhan masyarakat. Namun, belum ada jawaban yang pasti dari pihak Wings Air.

‘’Sampai saat ini belum ada jawaban,’’ pungkasnya.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bungo Ansori A Rony saat dikonfirmasi kemarin mengatakan tingginya minat masyarakat ini juga berpengaruh terhadap tingginya harga tiket. Hal ini disampaikan oleh

"Minat masyarakat cukup tinggi, setiap hari hampir selalu penuh. Inilah yang membuat harga tiket menjadi naik. Tapi harga tiket ini bisa disiasati, yakni dengan cara memesan tiket jauh sebelum hari keberangkatan," ucap Ansori.

Ansori juga berharap adanya penambahan jadwal penerbangan dari maskapai Wings Air. Jika jadwal penerbangan ditambah setidaknya menjadi dua kali dalam satu hari, maka harga tiket akan normal, dan juga masyarakat punya pilihan waktu keberangkatan.

"Kalau saat ini cuma pagi hari saja, kalau sudah dua kali dalam satu hari, maka setidaknya jadwal bisa pagi dan sore. Bagi masyarakat yang pagi masih ada kegiatan, maka bisa berangkat di sore hari. Penumpangnya juga pasti banyak ," sebutnya.

(adi/ptm/nur/yni/pin)