Waspada, Pengamanan Berlapis, Benih Terorisme Masih Adakah di Jambi?

Selasa, 15 Mei 2018 - 09:57:08 - Dibaca: 703 kali

Google Plus Stumbleupon


DIJAGA KETAT: Pintu masuk utama Mapolda Jambi kemarin (14/5) dijaga ketat aparat kepolisian bersenjata lengkap, paska serangan teroris di Surabaya
DIJAGA KETAT: Pintu masuk utama Mapolda Jambi kemarin (14/5) dijaga ketat aparat kepolisian bersenjata lengkap, paska serangan teroris di Surabaya [M. Ridwan / JE]

JAMBI - Aksi terorisme memang tidak pernah terjadi di Provinsi Jambi. Namun dalam kurun dua tahun belakangan ini, serangkaian penangkapan para pelaku terror  dari berbagai jaringan, pernah dilakukan di Jambi.

Bahkan, pelaku yang menyerang  dan membakar Polres Dharmasraya pada 12 November 2017 silam berasal dari Jambi. Keduanya, yakni Eka Fitria warga Bungo dan Enggria Sudarmadi warga Kabupaten Merangin tewas ditembak.

 

"Kita tidak bisa memastikan. Dibilang tidak ada, tapi Jambi pernah jadi tempat latihan sebelum aksi serangan terorisme"Prof Sukri - Ketua FKPT Provinsi Jambi

 

Sebelumnya, anggota Densus 88, meringkus terduga teroris berinisial M di RT 35, Kampung Bugis, Kelurahan Kenali Besar, Kota Jambi. Kemudian juga W dibekuk di rumah orangtuanya di Kumpeh, Kabupaten Muarojambi (selengkapnya lihat grafis). Bahkan, Bungo menjadi tempat latihan mereka.

Ketua Forum Koordinas Pencegahan Terorisme (FKPT) Provinsi Jambi, Prof Sukri, diminta komentarnya terkait hal ini, mengatakan, terkait aksi terror ini, ia meminta masyarakat Jambi tetap waspada.

Kewaspadaan ini perlu dilakukan, mengingat Provinsi Jambi pernah menjadi lokasi latihan jaringan dan aksi serangan teroris. Dengan ini, FKPT meningkatkan pencegahan dan penanggulangan.