Serangan ke Markas Polisi Terulang, Nekat Serbu Mapolda Riau, Empat Teroris Tewas

Kamis, 17 Mei 2018 - 08:37:13 - Dibaca: 297 kali

Google Plus Stumbleupon


Jambi Ekspres Online / Jambi Ekspres Online

JAKARTA - Serangan beruntun oleh terduga teroris yang sudah berafiliasi dengan ISIS belum berhenti. Secara sporadis, mereka terus melancarkan teror. Terakhir Mapolda Riau menjadi sasaran dalam serangan Rabu pagi (16/5). Tidak kurang lima orang terduga teroris menyerang markas polisi yang berada di jantung Kota Pekanbaru tersebut. Meski tidak sampai meledakan bom, sejumlah korban berjatuhan. 

Kadivhumas Polri Irjen Pol Setyo Wasisto menjelaskan, serangan terjadi sekitar pukul 09.00 WIB. Saat itu, beberapa personel Polda Riau tengah menyiapkan agenda ekspose pengungkapan kasus narkotika yang rencananya disampaikan langsung oleh Kapolda Riau Irjen Pol Nandang. ”Ada sebuah mobil yang menerobos ke Mapolda Riau,” kata dia di kantor Divisi Humas Polri, Jakarta kemarin.

Berdasar data yang dikantongi oleh Setyo, mobil yang digunakan oleh lima terduga teroris itu bernomor polisi BM 1192 RQ. Ketika hendak masuk ke dalam komplek Mapolda Riau, seorang petugas menghalangi laju mobil tersebut. Lantaran diadang petugas, empat dari lima orang terduga teroris itu keluar dari mobil. ”Kemudian menyerang anggota (Polda Riau) menggunakan samurai atau senjata tajam,” imbuhnya.

Akibatnya anggota Polda Riau yang tengah bertugas terluka. Mereka yang terluka adalah Kompol Faridz. Dia terluka akibat kena bacok samurai yang diayunkan oleh salah seorang terduga teroris. Merespons serangan tersebut, sejumlah anggota Polda Riau langsung mengambil tindakan tegas. Mereka menembaki empat terduga teroris itu. ”Dan akhirnya empat orang tewas,” imbuhnya.

Melihat empat rekannya sudah terkapar dalam kondisi tidak bernyawa, satu orang terduga teroris yang masih berada di dalam mobil berusaha melarikan diri. Dia tancap gas sampai menabrak salah seorang anggota Polda Riau. ”Yang akhirnya gugur,” imbuh Setyo. Anggota Polda Riau itu adalah Ipda Auzar. Sebelum meninggal dunia, dia sempat di bawa ke RS Bhayangkara Riau. 

 Namun nyawa Auzar tidak tertolong dan dinyatakan meningal dunia pada pukul 10.00 WIB. Selain menabrak seorang anggota Polda Riau, mobil yang dipakai untuk melarikan diri juga menyenggol dua orang wartawan dari dua televisi swasta nasional. Keduanya terluka akibat jatuh setelah terserempet. Beruntung upaya melarikan diri itu berhasil digagalkan oleh petugas. ”Sudah dapat ditangkap,” ujar Setyo.

Yang bersangkutan lantas diamankan di Mapolresta Pekanbaru. Pun demikian kendaraan yang dipakai dalam penyerangan Mapolda Riau. Aparat kepolsian sudah mengamankan kendaraan tersebut. ”Disterilisasi karena diduga ada barang-barang yang mencurigakan,” ucap pati Polri dengan dua bintang di pundak itu. Dari lokasi kejadian,  aparat juga sudah mengamankan sejumlah barang.

Setyo merinci barang-barang tersebut. Yakni tiga samurai, lima penutup wajah, tiga pasang sepatu, satu uni handy cam, jaket, sarung tangan, dan ikat kepala. Meski ada korban jiwa dan korban luka dari anggota Polda Riau, Setyo menegaskan bahwa insiden di Mapolda Riau merupakan keberhasilan petugas. ”Saya ingatkan bahwa ini adalah keberhasilan Polda Riau dalam mematahkan (serangang) sekelompok orang tidak dikenal,” bebernya.

Berdasar hasil identifikasi yang sudah dilakukan oleh Polda Riau sampai kemarin siang, empat terduga teroris yang tewas ditembak petugas berasal dari Dumai. Mereka terdiri atas Mursalim alias Ical alias Pak Ngah, Suwardi, Adi Sufyan, serta seorang bernama Daud. Sedangkan satu orang terduga teroris lain yang masih hidup belum diungkap identitasnya. ”Itu masih dalam pendalaman,” ucap Setyo.

Menurut data dan informasi yang sudah dikantongi oleh petugas, lima terduga teroris itu begerak dalam satu kelompok. Yakni Negara Islam Indonesia (NII). Serupa dengan Jamaah Anshorut Daulah (JAD), kelompok tersebut sudah berafiliasi dengan ISIS. Setyo menyebutkan bahwa, lima orang itu masih berkaitan dengan dua terduga teroris yang ditangkap di Sumatera Selatan (Sumsel). ”Ini yang ke Pekanbaru melakukan penyerangan,” imbuhnya.

(syn/)