Satu Pedagang Rp 161 Ribu, Biaya Retribusi Pasar Bedug

Kamis, 17 Mei 2018 - 08:55:30 - Dibaca: 336 kali

Google Plus Stumbleupon


Jambi Ekspres Online / Jambi Ekspres Online

JAMBI - Pemerintah Kota Jambi sudah mendata jumlah pedagang Pasar Bedug. Ada 450 pedagang yang sudah terdaftar untuk berjualan di pasar bedung milik Pemerintah Kota Jambi selama Ramadan. 

Ada dua titik pasar bedug milik pemerintah, yakni, kawasan Saimen pasar dan di samping eks Taman Anak-Anak Jambi. Untuk pasar bedug yang di kelola swasta, ada di seluruh Kecamatan dalam Kota Jambi.

 

"Pasar bedug yang dikelola Pemerintah hanya dua. Sementara yang lainnya akan dikelola swasta. Ada 450 pedagang yang mendapatar di Pasar Bedug Pemerintah. Jumlah ini masih akan bertambah, pendaftaran masih dibuka", KOMARI - Kepala Disperindag Kota Jambi

 

Komari, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Jambi, mengatakan, saat ini sudah terdaftar sebanyak 450 pedagang yang akan berjualan di Pasar Bedug. Terdiri dari 100 pedagang yang akan berjualan di Jalan As’ad, yakni, berjualan kuliner, seperti, makanan, minuman dan lainnya. Selebihnya sekitar 300 pedagang berjualan pakaian yang ada di Eks Istana Anak-Anak.

“Pasar bedug yang dikelola Pemerintah hanya dua. Sementara yang lainnya akan dikelola swasta. Ada 450 pedagang yang mendapatar di Pasar Bedug Pemerintah. Jumlah ini masih akan bertambah, pendaftaran masih dibuka,” akunya.

Dijelaskan Komari, para pedagang dikenakan biaya retribusi satu kali selama satu bulan penuh sebesar Rp 161 ribu untuk masing-masing pedagang. Terdiri dari Rp 100 ribu untuk retribusi pasar, Rp 51 ribu untuk biaya kebersihan dan Rp 10 ribu untuk biaya parkir.

“Keseluruhannya sebanyak Rp 161 ribu yang dibayar pedagang. Namun untuk biaya tenda dan listrik itu lain lagi. Itu dibayarnya langsung kepada orang yang bersangkutan di luar kita,” ujarnya.

Begitu juga untuk Pasar Bedug yang dikelola oleh swasta di masing masing Kecamatan. Untuk pembayaran langsung oleh pihak swasta kepada pemerintah. Namun jumlahnya berbeda-beda setiap pasar. “Tergantung banyaknya pedagang yang berjualan di sana. Semakin banyak pedagang, maka, retribusi yang harus dibayar semakin besar juga,” sebutnya.

Saat ini, untuk pasar yang dikelola swasta atau masyarakat belum bisa kita tentukan besarannya. Sebab, jumlah pedagangnya masih akan terus bertambah. Nanti pembayarannya setelah sekitar satu minggu berjalan. Berkaca dari tahun lalu, rata-rata untuk satu Pasar Bedug berkisar Rp 750 ribu.

“Untuk yang swasta, mereka yang meminta retribusi kepada masing-masing pedagang. Lalu setelah terkumpul, barulah koordinator Pasar Bedugnya yang menyerahkan retribusinya ke kita,” pungkasnya.

(hfz)